RESUME JARKOM PERT. 7-14

A. VLSM
VLSM atau disebut juga Variable Length Subnet Masking yang berguna untuk memberbaiki kekurangan metoda conventional subnetting.  Diketahui sebuah alamat jaringan 172.16.0.0/16 dan diminta untuk menyediakan 5 buah subnet yang masing-masing memiliki 100 host, dan 3 subnet yang masing-masing memiliki 2 host. Konfigurasi Jaringan:
 
 

Untuk menyediakan minimal 100 host diperlukan 7 bit (27 – 2 = 126).
Dengan demikian subnet yang dapat diambil adalah 16 – 7 = 9 bits.
Dengan tersedianya 9 bit untuk dijadikan subnet, maka secara keseluruhan total subnet yang bisa disediakan adalah 29 = 512 subnet.
1. 1010 1100    0001 0000    0000  0000    0000 0000 = 172.16.0.0
2. 1010 1100    0001 0000    0000  0000    1000 0000 = 172.16.0.128
3. 1010 1100    0001 0000    0000  0001    0000 0000 = 172.16.1.0
4. 1010 1100    0001 0000    0000  0001    1000 0000 = 172.16.1.128
5. 1010 1100    0001 0000    0000  0010    0000 0000 = 172.16.2.0
6. 1010 1100    0001 0000    0000  0010    1000 0000 = 172.16.2.128
dan seterusnya
Subnet no 1 – 5 digunakan untuk mengalamati sub-network yang dimaksud dalam soal.
Sedangkan untuk 3 buah subnet dengan jumlah host masing-masing 2 host, dapat diambil dari subnet ke-6 yaitu 172.16.2.128. Kita mengambil subnet tersebut dikarenakan subnet 1 s.d subnet ke-5 sudah digunakan untuk memenuhi permintaan 5 jaringan dengan host 100 per subnet.
1010 1100    0001 0000    0000  0010    1000 0000 = 172.16.2.128
                                                                                          7 bits untuk subnet                                                                                                               berikutnya
Dari nomor jaringan 172.16.2.128 yang mempunyai 7 bits sebagai bagian dari host, untuk memenuhi kebutuhan 2 host yang diminta per jaringan, maka hanya dibutuhkan 2 bit saja, sehingga sisa bit host (7 bit) dikurangi dengan 2 bit untuk alamat host, dengan sisa bit yang dapat digunakan untuk subnet-id adalah  5 bit.
1010 1100    0001 0000    0000  0010    1 000 0000 = 172.16.2.128
1010 1100    0001 0000    0000  0010    1 000 0100 = 172.16.2.132
1010 1100    0001 0000    0000  0010    1 000 1000 = 172.16.2.136
                                                                                Subnet-Id            Host-Id
 
   
 
 
 
 
 
 
B. ROUTING
Routing adalah suatu proses me-rute-kan paket data dari network satu ke network yang lain dengan menggunakan router.  
1.      Tanpa Routing
 
   
 
 
Dari ketiga host pada gambar, host A dan B bisa langsung berkomunikasi.
 
Sedangkan C tidak dapat melakukan komunikasi baik dengan A ataupun B, walaupun ketiganya memiliki subnet mask sama.
Mengapa ?
Karena C berbeda Net-Id dengan A dan B
2.      Network dengan Net-Id berbedaAgar C dapat berkomunikasi dengan dua host yang lain, diperlukan router yang telah dilengkapi dengan protokol routing.
 
 
3.      Koneksi Network ke Router

 
 
4.      Static dan Dynamic Routing
Untuk mengendalikan aliran paket data dari satu router ke router berikutnya terdapat dua macam proses routing yaitu:
    1. Static Routing
    2. Dynamic Routing
 
 

a.       Static Routing

Pada Static routing pengelolaan (mengisi/menghapus) tabel routing dilakukan secara manual, sedangkan pada dinamic routing perubahan dilakukan secara otomatis menggunakan protokol routing. Berikut adalah contoh static routing dengan menggunakan Cisco Router

 
 
Keuntungan Static Routing :
l  Jalur routing mudah diprediksi
l  Tidak membutuhkan proses update routing table.
l  Mudah dikonfigurasi untuk network kecil.
Kerugian Static Routing :
l  Tidak cocok untuk network berskala besar.
l  Tidak dapat beradaptasi terhadap penambahan router karena konfigurasi pada tiap router harus dirubah.
l  Tidak dapat beradaptasi terhadap munculnya link failure pada salah satu jalur.
b.      Dynamic Routing
Dynamic routing mengatur rute setiap paket dengan menggunakan table routing (tersimpan pada router). Table ini akan terupdate secara otomatis melalui routing protocol.
Keuntungan Dynamic Routing :
 
Scalability: konfigurasi dilakukan secara dinamis apabila terdapat penambahan/pengurangan router.
Adaptability: rute dapat berubah secara adaptif terhadap adanya link failure.
Kerugian Dynamic Routing :
Kompleksitas algoritma routing meningkat. Router menentukan rute berdasarkan, misalnya: bandwidth yang tersedia, jalur terpendek, dll.
Router harus saling bertukar informasi routing secara periodik.
Tidak semua router mendukung dynamic routing.
 
C . Protokol Routing
1.      Exterior – Interior Gateway Protocol
Dynamic routing dikategorikan ke dalam 2 macam yaitu: Exterior Gateway/Routing Protocol (EGP/ERP) dan Interior Gateway/Routing Protocol (IGP/IRP).

 
 
 
2.      IGP
Interior Gateway Protocol adalah sebutan untuk protokol-protokol routing yang digunakan di dalam sebuah Autonomous System (AS).
Contoh IGP adalah: Routing Information Protocol (RIP), Open Shortest Path First (OSPF), Enhanced Interior Gateway Routing Protocol (EIGRP).
3.      EGP
Exterior Gateway Protocol (EGP) adalah protokol yang membawa informasi routing antar 2 buah administrative entities, dalam hal ini 2 buah AS.
Contoh EGP adalah Broader Gateway Protocol (BGP).
4.      Routing Information Protocol
RIP adalah protokol routing yang menggunakan algoritma routing distance-vector learning atau Bellman-Ford. Tugas dari RIP (dan semua protokol routing) adalah menyediakan mekanisme pertukaran informasi tentang rute, sehingga setiap router dapat melakukan update Table Routing. Informasi-informasi yang dibutuhkan antara lain:
 
l  Alamat dari sebuah network atau host.
l  Jarak (distance) router tersebut terhadap network atau host.
l  Hop pertama untuk proses routing.
Distance metric disebut juga sebagai cost, dalam RIP yang dimaksud distance metric adalah jumlah hop.Jika sebuah router terhubung ke sebuah network maka distance metric adalah 1 hop. Jika sebuah router terhubung ke sebuah network melalui sebuah router lain maka distance metric = 2 hop. RIP hanya dapat menjangkau maksimum 15 hop.
 
D. Transport Layer Protocol
 Protokol pada Transport Layer TCP/IP terdiri atas : TCP dan UDP.
 
 
 
 
UDP adalah protokol yang sifatnya unreliable dan connectionless.
TCP adalah protokol yang sifatnya reliable dan connection-oriented.
Setiap proses pada aplikasi harus mendefinisikan protokol transport mana yang akan digunakan. Contoh: HTTP, FTP, SMTP menggunakan TCP, sedangkan DNS, Internet Telephony menggunakan UDP.
Sebuah host dapat memberikan layanan lebih dari satu proses, hal ini terjadi karena Transport Layer mampu memberikan layanan multiplexing dandemultiplexing.
TCP merupakan reliable data transfer karena TCP menjamin pengiriman pesan sampai ditempat tujuan melalui: flow control, congestion control, acknowledgment, timer.
1. Multiplexing – Demultiplexing
Dalam jaringan TCP/IP beberapa proses dapat dikirimkan secara bersama-sama dari sebuah host melalui multiplexing.
Pada sisi penerima, demultiplexing mengijinkan alokasi pesan pada proses yang sesuai. Lihat Gambar.
 
 
 

Seperti diketahui, masing-masing proses dibedakan berdasarkan nomor Port.
 
 
 
 
 
E. Application Layer
Aplikasi jaringan secara umum terdiri atas dua bagian, yaitu: Client side danServer side.
Masing-masing bagian melakukan process secara terpisah. Process yang dimaksud misalnya: request, reply de-el-el.
Di dalam jaringan komunikasi dua buah processes dari dua buah terminal yang berbeda saling berinteraksi melalu jaringan.
Kedua processes tersebut berkomunikasi dengan cara mengirimkan dan menerima pesan.

Sebuah process mengirim dan menerima pesan ke jaringan melalui socket.
 
 

BAB 6 JARKOM

Anggap bahwa kita mempunyai sebuah network 192.168.0.0/24. Berarti kita bisa menampung 254 interface dalam network tersebut. Bukankah ini terlalu boros jika kita hanya ingin memiliki 10 atau 20 interface saja? Nah, subnetting berarti memecah sebuah network menjadi beberapa network yang berbeda. Tentu saja perlakuan pada tiap network secara fisikal sama dengan network yang berbeda. Mereka tidak bisa terhubung tanpa adanya router.

Pertama, kita harus tahu dulu cara menghitung jumlah host (interface) maksimum pada network tersebut. Masih ingat pembagian kelas IP Address? Nah, seperti yang kita lihat, 192.168.0.0/24 berada pada kelas C, dengan kata lain 3 oktet pertama merupakan octet IP Network sementara octet terakhir adalah IP Host. Jika kita konversi ke biner, maka 192.168.0.0/24 akan menjadi :

11000000.10101000.00000000.00000000

Ingat,dalam contoh ini kita menggunakan octet keempat saja karena termasuk kelas C, jika kelas A dan B tentu kita menggunakan oktet-oktet lainnya juga. Nah, anggap h adalah jumlah angka 0 dalam octet tersebut. Maka jumlah host maksimum yang dapat kita miliki dalam network tersebut adalah :

H (jumlah host) = 2^h-2

Kenapa dikurang 2? Tentu saja karena salah satunya adalah IP Network sedangkan satunya lagi IP Broadcast!

Lalu anggaplah kita ingin membaginya menjadi 4 network. Nah, disini kita mulai berkenalan dengan bit subnet. Yaitu bit-bit yang berhubungan dengan pembagian yang kita inginkan.Kita anggap bit subnet sebagai b. Perhitungannya adalah :

Jumlah Sub-Network <= 2^b (harus nilai terdekat)

Nah, berarti untuk membuat 4 sub network, kita menggunakan 2 bit subnet, yang letaknya merupakan bit-bit pertama dalam octet yang kita gunakan.

11000000.10101000.00000000.00000000

Kita bisa mengubah nilai 0 yang merupakan bit subnet tersebut dengan 1. Berarti, ada 4 kemungkinan, 00, 01, 10 dan 11. Nilai subnet masknya berubah sesuai dengan jumlah bit subnet yang kita gunakan. Dalam kasus ini, subnet masknya berubah menjadi 11111111.11111111.11111111.11000000 atau 255.255.255.192 (prefix 26).

  1. 11000000.10101000.00000000.00000000 = 192.168.0.0/26
  2. 11000000.10101000.00000000.01000000 = 192.168.0.64/26
  3. 11000000.10101000.00000000.10000000 = 192.168.0.128/26
  4. 11000000.10101000.00000000.11000000 = 192.168.0.192/26

Nah, subnet yang kita inginkan sudah tersedia! Namun misalnya kita hanya menginginkan 6 subnet, sedangkan rumus di atas berarti kita paling tidak memiliki 2^3 atau 8 subnet? Tentu saja kita tetap memiliki 8 subnet, hanya saja kita boleh memilih subnet mana saja yang ingin kita pakai dalam jaringan. Praktis, kan?

Berikutnya kita akan membahas teknik yang lebih canggih, yaitu VLSM (Variable Length Subnet Mask). Apaan tuh? Ini juga teknik subnetting, hanya saja jumlah host maksimum tiap network tidak harus sama.

Misalnya kita menginginkan 3 subnet yang memiliki jumlah host 14, 36 dan 80. Kalau menggunakan cara subnetting biasa akan terlalu boros. Lalu bagaimana menggunakan VLSM? Pertama, buat dulu daftar subnet yang kita inginkan mulai dari yang memiliki host yang paling banyak.

Network yang akan dipecah –> 192.168.0.0/24

  1. Subnet 1 : Host = 80
  2. Subnet 2 : Host = 36
  3. Subnet 3 : Host = 14

Lalu kita lakukan perhitungan dengan rumus berikut :

2^x – 2 >= Jumlah Host

Ambil nilai x yang paling mendekati!

Dari perhitungan tersebut, kita dapatkan bahwa x untuk host berjumlah 80 adalah 7. Nah, berarti range IP untuk subnet ini adalah max 126 host (2^7- 2). Sekali lagi ingat bahwa penggunaan octet tergantung dari kelas berapa IP Address tersebut (dalam kasus ini kelas C berarti octet keempat saja). Subnet Masknya didapatkan dengan menambahkan angka 1 sejumlah 8 – x (dalam subnet ini berarti 11111111.11111111.11111111.10000000 atau 255.255.255.128).

Subnet 1 :

IP Network : 192.168.0.0

IP Host : 192.168.0.1 – 192.168.0.126

IP Broadcast : 192.168.0.127

Subnet Mask : 255.255.255.128

Kita lanjutkan dengan Subnet kedua, yang memiliki 36 host. Ingat, karena network sebelumnya memiliki range sampai 127 (plus broadcast) maka gunakan IP Network setelahnya, yaitu 192.168.0.128. Gunakan rumus yang sama :

2^x – 2 >= 36

x = 6

Max Host = 62

Didapatkanlah hasilnya sebagai berikut :

Subnet 2 :

IP Network = 192.168.0.128

IP Host = 192.168.0.129 – 192.168.0.190

IP Broadcast = 192.168.0.191

Subnet Mask = 255.255.255.192

Terakhir, subnet ketiga memiliki jumlah host 14 :

2^x – 2 >= 14

x = 4

Max Host = 14

Dan hasilnya adalah sebagai berikut :

Subnet 3 :

IP Network = 192.168.0.192

IP Host = 192.168.0.193 – 192.168.0.206

IP Broadcast = 192.168.0.207

Subnet Mask = 255.255.255.240

RESUME JARKOM BAB 5

*RESUME JARKOM 5*

IP ADDRESS
Setiap peralatan aktif jaringan seperti ethernet card, switch dan router memiliki MAC addres untuk memberikan identitas pada relatan tersebut agar dikenal dan ditemukan di dalam jaringan. MAC address ini disebut juga alamat hardware karena merupakan identitas yang diberikan oleh pabrik pembuat peralatan. Agar pengaturan pemberian alamat pada peralatan lebih mudah dan fleksibel, dipergunakan alamat logika. IP address adalah alamat logikayang diberikan ke peralatan jaringan yang menggunakan protokol TCP/IP.

Angka binari dan Desimal
Kita umumnya mengenal angka desimal yang berupa angka 0 sampai 9. Namun, di komputer disamping angka desimal sering juga dipergunakan angka binari yang berupa angka 0 dan 1.Oleh sebab itu, perlu anda ketahui cara mengubah angka binari menjadi angka desimal dan sebaliknya.

Mengubah Angka Binari ke Desimal
Setiap angka binari 1 bergantung pada posisinya di dalam kelompok binarinya, memiliki nilai desimal tertentu seperti di bawah :

Binari 1 1 1 1 1 1 1 1
Desimal 128 64 32 16 8 4 2 1

Angka binari 0 memiliki nilai desimal 0 di posisi mana saja.
Jumlahkan angka-angka desimal tersebut untuk mendapatkan nilai desimal angka binari.
Contoh :
Binari : 11001011
1 1 0 0 1 0 1 1 Biner
128 64 0 0 8 0 2 1 Desimal

Mengubah Angka Desimal ke binari

Metode yang digunakan adalah dengan membagi angka desimal denagn angka 2 sambil memperhatikan hasil sisa pembagian.

Contoh :
Desimal : 203
203 / 2 = 101 sisa 1
101 / 2 = 50 sisa 1
50 / 2 = 25 sisa 0
25 / 2 = 12 sisa 1
12 / 2 = 6 sisa 0
6 / 2 = 3 sisa 0
3 / 2 = 1 sisa 1
Angka binari adalah angka sisa dibaca dari bawah, yaitu : 11001011

Kelas-kelas IP Address
IP address terdiri atas 32 bit angka binari, yang ditulis dalam empat kelompok terdiri dari 8 bit yang dipisah oleh tanda titik, contoh :
11000000.00010000.00001010.00000001

Atau dapat ditulis dalam bentuk emapatkelompok angka desimal, misal :
192.168.12.1
Ip address sebetulnya terdiri dari dua bagian yaitu network ID dan host ID.
IP ADDRESS
192 168 12 1
Network ID Host ID

Untuk mempermudah pemakaian, bergantung kebutuhan IP address dibagi dalam 5 kelas sebagai berikut :

Kelas Kelompok oktat pertama berupa angka desimal Kelompok oktat pertama dalam angka binari
A 1 – 126 00000001 – 01111110
B 128 – 191 10000000 – 10111111
C 192 – 223 11000000 – 11011111
D 224 – 239 11100000 – 11101111
E 240 – 247 11110000 – 11110111

Contoh :
IP address 25.20.5.31
Subnet mask 255.0.0.0
Berada di kelas A

IP address 172.20.5.31
Subnet mask 255.255.0.0
Berada di kelas B

IP addres 192.20.5.31
Subnet mask 255.255.255.0
Berada di kelas C

Disamping itu juga disediakan kelompok IP address yang dapat dipakai tanpa pendaftaran yang disebut private address seperti pada tabel di bawah :
Kelas Kelompok Private Address
A 10.0.0.1 – 10.255.255.255.254
B 172.16.0.1 – 172.31.255.254
C 192.168.0.1 – 192.168.255.254

IP address yang dipilih dari kelompok private address ini, hanya dapat digunakan untuk jaringan private (local) dan tidak dikenal oleh internet.

SUBNET MASK
Subnet mask digunakan oleh router untuk menentukan bagian mana yang merupakan alamat jaringan dan bagian mana yang menunjukkan alamat host. Subnet mask merupakan suatu bilangan 32 bit yang terbagi menjadi 4 kelompok yang masing-masing kelompok terdiri dari 8 bit biner sebagai mana format IP address yang juga ditulis dalam notasi desimal bertitik. Subnet mask secara default untuk setiap kelas diperlihatkan dalam tabel berikut :
Kelas Subnet Mask dalam biner Subnet Mask dalam desimal
A 11111111.00000000.00000000.00000000 255.0.0.0
B 11111111.11111111.00000000.00000000 255.255.0.0
C 11111111.11111111.11111111.00000000 255.255.255.0

Pada subnet mask default, dimana oktet bernilai 1 untuk semua bit –nya (11111111) menunjukkan alamat network sedangkan oktet bernilai 0 semua bit-nya (00000000) menunjukkan alamat host yang tersedia dalam sebuah jaringan.

SUBNETTING
Subnetting adalah suatu metode untuk memperbanyak network ID dari satu network ID yang telah anda miliki, yaitu sebagian host ID dikorbankan untuk digunakan dalam membuat network ID tambahan.

Sebagai contoh, akan dipergunakan network ID 130.200.0.0 dengan subnet mask 255.255.192.0 yang sama. Cara yang bisa dipakai :
• Dari nilai oktet pertama dan subnet yang diberikan, dapat diketahui IP address adalah kelas B dengan oktat ketiga diselubungi denga `n angka 192
• Pakai rumus (256 – angka oktet yang diselubungi) = (256 – 192) = 64
• Jadi kelompok subnet yang dapat dipakai adalah kelipatan angka 64, yaitu 64 dan 128

Dengan demikian, subnet yang tersedia adalah :
• 130.200.64.0
• 130.200.128.0
Jadi kelompok IP address yang dapat dipakai adalah :
• 130.200.64.1 sampai 130.200.127.254
• 130.200.128.1 sampai 130.200.191.254

Rumus untuk menghitung jumlah subnet adalah : 2n – 2
n adalah jumlah bit yang diselubungi

Rumus untuk menghitung jumlah host per subnet = 2N – 2
N adalah jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID

Contoh :
Untuk kelas B dengan 3 bit diselubungi, subnet masknya dalah 11111111.11111111.11100000.00000000 atau 255.255.224.0
Jadi jumlah subnet = 23 – 2 = 6
Jumlah bit yang masih tersisa untuk host ID adalah N = 16 – 3 = 13
Sedangkan jumlah host persubnet = 213 – 2 = 8190

Jika Network ID yang dipergunakan 222.200.0.0

Dengan menerapkan rumus (256 – angka oktet yang diselubungi) = (256 – 224) = 32

Maka subnet yang tersedia adalah :
• 222.200.32.0
• 222.200.64.0
• 222.200.96.0
• 222.200.128.0
• 222.200.160.0
• 222.200.192.0

Dengan kelompok Ip Address yang dapat digunakan adalah :
• 222.200.32.1 sampai 222.200.63.254
• 222.200.64.1 sampai 222.200.95.254
• 222.200.96.1 sampai 222.200.127.254
• 222.200.128.1 sampai 222.200.159.254
• 222.200.160.1 sampai 222.200.191.254
• 222.200.192.1 sampai 222.200.224.254

Perlu diketahui bahwa alamat yang menunjukkan host tidak boleh diberi angka 1 atau 0 semua (255.255.255.2555 atau 0.0.0.0). Karena kalau angka binernya 1 semua tidak akan menunjukkan alamat host melainkan akan dianggap oleh sistem jaringan sebagai alamat broadcast (kelompok dalam sebuah network) sedangkan jika angkanya 0 semua, maka oleh sistem akan dianggap sebagai alamat jaringan itu sendiri.

JARINGAN KOMPUTER (pert.1-4)

IP Address 
A. Pengertian IP Address
      IP address adalah alamat identifikasi komputer/host yang berada didalam jaringan. Dengan adanya IP address maka data yang dikirimkan oleh host/komputer pengirim dapat dikirimkan lewat protokol TCP/IP hingga sampai ke host/komputer yang dituju.
       Setiap komputer/host memiliki IP address yang unik sehingga dua komputer/host yang berbeda tidak boleh memiliki IP address yang sama dalam satu jaringan.
B. Format IP address
       IP address dinyatakan dalam struktur bilangan biner yang terdiri atas 32 bit dengan bentuk sebagai berikut.
xxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxxx
Misalnya
11000000000010100001111000000010
       Agar kita mudah membaca IP address, maka 32 bit bilangan itu dibagi ke dalam 4 segmen yang masing-masing berisi 8 bit. Kedelapan bit itu bisa disebut oktat.
       Selanjutnya, setiap oktat diterjemahkan ke dalam bilangan decimal. Misalnya:
11000000     =     192
00001010     =     10
00011110     =     30
00000010     =     2
       Adapun nilai terbesar dari 8 bit adalah 11111111 atau sama dengan 225. Dengan demikian, jumlah IP address seluruhnya adalah 225 x 225 x 225 x 225.
       Struktur IP address terdiri atas dua bagian yaitu bagian networkID dan hostID. NetworkID menunjukkan ID alamat jaringan tempat host-host berada, sedangkan hostID adalah bagian yang menunjukkan host itu berada. Sederhananya, networkID seperti nama jalan sedangkan hostID adalah nomor rumah dijalan tersebut.
       Guna memudahkan dalam pembagiannya maka IP address dibagi-bagi ke dalam kelas-kelas yang berbeda, yaitu sebagai berikut.
1) Kelas A
IP address kelas A terdiri atas 8 bit untuk network ID dan sisanya 24 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas A digunakan untuk jaringan dengan jumlah host sangat besar. Pada bit pertama diberikan angka 0 sampai dengan 127.
Karakteristik IP Kelas A
Format : 0NNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 0
NetworkID : 8 bit
HostID : 24 bit
Oktat pertama : 0 – 127
Jumlah network : 126 (untuk 0 dan 127 dicadangkan)
Rentang IP : 1.x.x.x – 126.x.x.x
Jumlah IP address : 16.777.214
Contoh
IP address 120.31.45.18 maka :
·           NetworkID = 120
·           HostID = 31.45.18
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 31.45.18 pada jaringan 120
2) Kelas B
IP address kelas B terdiri atas 16 bit untuk network ID dan sisanya 16 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas B digunakan untuk jaringan dengan jumlah host tidak terlalu besar. Pada 2 bit pertama, diberikan angka 10.
Karakteristik IP Kelas B
Format : 10NNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH.HHHHHHHH
Bit pertama : 10
NetworkID : 16 bit
HostID : 16 bit
Oktat pertama : 128 – 191
Jumlah network : 16.384
Rentang IP : 128.1.x.x – 191.255.x.x
Jumlah IP address : 65.534
Contoh
IP address 150.70.60.56 maka :
·           NetworkID = 150.70
·           HostID = 60.56
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 60.56 pada jaringan 150.70
3) Kelas C
IP address kelas C terdiri atas 24 bit untuk network ID dan sisanya 8 bit digunakan untuk host ID, sehingga IP address kelas C digunakan untuk jaringan berukuran kecil. Kelas C biasanya digunakan untuk jaringan Local Area Network atau LAN. Pada 3 bit pertama, diberikan angka 110.
Karakteristik IP Kelas C
Format : 110NNNNN.NNNNNNNN. NNNNNNNN.HHHHHHHH
Bit pertama : 110
NetworkID : 24 bit
HostID : 8 bit
Oktat pertama : 192 – 223
Jumlah network : 2.097.152
Rentang IP : 192.0.0.x – 223.255.225.x
Jumlah IP address : 254
Contoh
IP address 192.168.1.1 maka :
·           NetworkID = 192.168.1
·           HostID = 1
Jadi, IP diatas mempunyai host dengan nomor 1 pada jaringan 192.168.1
       Kelas IP address lainnya adalah D dan E, namun kelas IP D dan E tersebut tidak digunakan untuk alokasi IP secara normal tetapi digunakan untuk IP multicasting dan untuk eksperimental.
Tabel : Jumlah networkID dan hostID
Kelas
Antara
Jumlah jaringan
Jumlah Host Jaringan
A
1 s.d. 126
126
16.777.214
B
128 s.d. 191
16.384
65.534
C
192 s.d. 223
2.097.152
254
Tabel : Rentang IP address untuk setiap kelas
Kelas
Alamat Awal
Alamat Akhir
A
XXX.0.0.1
XXX.255.255.255
B
XXX.XXX.0.1
XXX.XXX.255.255
C
XXX.XXX.XXX.1
XXX.XXX.XXX.255
   Subnet Mask
       Nilai subnet mask berfungsi untuk memisahkan network ID dengan host ID. Subnet mask diperlukan oleh TCP/IP untuk menentukan, apakah jaringan yang dimaksud adalah jaringan lokal atau nonlokal. Untuk jaringan Nonlokal berarti TCP/IP harus mengirimkan paket data melalui sebuah Router. Dengan demikian, diperlukan  address mask untuk menyaring IP address dan paket data yang keluar masuk jaringan tersebut.
       Network ID dan host ID didalam IP address dibedakan oleh penggunaan subnet mask. Masing-masing subnet mask menggunakan pola nomor 32-bit yang merupakan bit groups dari semua satu (1) yang menunjukkan network ID dan semua nol (0) menunjukkan host ID dari porsi IP address.
       Sebagai contoh, alamat kelas B: 170.203.93.5 bilangan binernya adalah:
       10101010 11001011 01011101 00000101
       Subnet mask default untuk alamat kelas B adalah:
       11111111 11111111 00000000 00000000
       Bisa juga ditulis dalam notasi desimal:
       255.255.0.0
Tabel : Subnet mask untuk internet address classes
Kelas
Bit Subnet
Subnet mask
A
11111111 00000000 00000000 00000000
225.0.0.0
B
11111111 11111111 00000000 00000000
225.225.0.0
C
11111111 11111111 11111111 00000000
225.225.225.0

———————————————————————————————————————————————–

 

PENGERTIAN, FUNGSI, KOMPONEN & KONSEP 7 OSI LAYER

OPEN SYSTEM INTERCONNECTION (OSI)

I. PENGERTIAN

Masalah utama dalam komunikasi antar komputer dari vendor yang berbeda adalah karena mereka mengunakan protocol dan format data yang berbeda-beda. Untuk mengatasi ini, International Organization for Standardization (ISO) membuat suatu arsitektur komunikasi yang dikenal sebagai Open System Interconnection (OSI) model yang mendefinisikan standar untuk menghubungkan komputer-komputer dari vendor-vendor yang berbeda.
Model-OSI tersebut terbagi atas 7 layer, dan layer kedua juga memiliki sejumlah sub-layer (dibagi oleh Institute of Electrical and Electronic Engineers (IEEE)). Perhatikan tabel berikut:
7th
- Layer : Application
Services
6th
- Layer : Presentation
Services
5th
- Layer : Session
Communications
4th
- Layer : Transport
Communications
3rd
- Layer : Network
Communications
2nd
- Layer : Data-link
Physical connections
1st
- Layer : Physical
Physical connections
Tabel MODEL OSI
Layer-layer tersebut disusun sedemikian sehingga perubahan pada satu layer tidak membutuhkan perubahan pada layer lain. Layer teratas (5, 6 and 7) adalah lebih cerdas dibandingkan dengan layer yang lebih rendah; Layer Application dapat menangani protocol dan format data yang sama yang digunakan oleh layer lain, dan seterusnya. Jadi terdapat perbedaan yang besar antara layer Physical dan layer Application.

II. FUNGSI LAYER

1. Layer Physical
Ini adalah layer yang paling sederhana; berkaitan dengan electrical (dan optical) koneksi antar peralatan. Data biner dikodekan dalam bentuk yang dapat ditransmisi melalui media jaringan, sebagai contoh kabel, transceiver dan konektor yang berkaitan dengan layer Physical. Peralatan seperti repeater, hub dan network card adalah berada pada layer ini.
2. Layer Data-link
Layer ini sedikit lebih “cerdas” dibandingkan dengan layer physical, karena menyediakan transfer data yang lebih nyata. Sebagai penghubung antara media network dan layer protocol yang lebih high-level, layer data link bertanggung-jawab pada paket akhir dari data binari yang berasal dari level yang lebih tinggi ke paket diskrit sebelum ke layer physical. Akan mengirimkan frame (blok dari data) melalui suatu network. Ethernet (802.2 & 802.3), Tokenbus (802.4) dan Tokenring (802.5) adalah protocol pada layer Data-link.
3. Layer Network
Tugas utama dari layer network adalah menyediakan fungsi routing sehingga paket dapat dikirim keluar dari segment network lokal ke suatu tujuan yang berada pada suatu network lain. IP, Internet Protocol, umumnya digunakan untuk tugas ini. Protocol lainnya seperti IPX, Internet Packet eXchange. Perusahaan Novell telah memprogram protokol menjadi beberapa, seperti SPX (Sequence Packet Exchange) & NCP (Netware Core Protocol). Protokol ini telah dimasukkan ke sistem operasi Netware. Beberapa fungsi yang mungkin dilakukan oleh Layer Network
·  Membagi aliran data biner ke paket diskrit dengan panjang tertentu
·  Mendeteksi Error
·  Memperbaiki error dengan mengirim ulang paket yang rusak
·  Mengendalikan aliran
4. Layer Transport
Layer transport data, menggunakan protocol seperti UDP, TCP dan/atau SPX (Sequence Packet eXchange, yang satu ini digunakan oleh NetWare, tetapi khusus untuk koneksi berorientasi IPX). Layer transport adalah pusat dari mode-OSI. Layer ini menyediakan transfer yang reliable dan transparan antara kedua titik akhir, layer ini juga menyediakan multiplexing, kendali aliran dan pemeriksaan error serta memperbaikinya.
5. Layer Session
Layer Session, sesuai dengan namanya, sering disalah artikan sebagai prosedur logon pada network dan berkaitan dengan keamanan. Layer ini menyediakan layanan ke dua layer diatasnya, Melakukan koordinasi komunikasi antara entiti layer yang diwakilinya. Beberapa protocol pada layer ini: NETBIOS: suatu session interface dan protocol, dikembangkan oleh IBM, yang menyediakan layanan ke layer presentation dan layer application. NETBEUI, (NETBIOS Extended User Interface), suatu pengembangan dari NETBIOS yang digunakan pada produk Microsoft networking, seperti Windows NT dan LAN Manager. ADSP (AppleTalk Data Stream Protocol). PAP (Printer Access Protocol), yang terdapat pada printer Postscript untuk akses pada jaringan AppleTalk.
6. Layer Presentation
Layer presentation dari model OSI melakukan hanya suatu fungsi tunggal: translasi dari berbagai tipe pada syntax sistem. Sebagai contoh, suatu koneksi antara PC dan mainframe membutuhkan konversi dari EBCDIC character-encoding format ke ASCII dan banyak faktor yang perlu dipertimbangkan. Kompresi data (dan enkripsi yang mungkin) ditangani oleh layer ini.
7. Layer Application
Layer ini adalah yang paling “cerdas”, gateway berada pada layer ini. Gateway melakukan pekerjaan yang sama seperti sebuah router, tetapi ada perbedaan diantara mereka. Layer Application adalah penghubung utama antara aplikasi yang berjalan pada satu komputer dan resources network yang membutuhkan akses padanya. Layer Application adalah layer dimana user akan beroperasi padanya, protocol seperti FTP, telnet, SMTP, HTTP, POP3 berada pada layer Application.

III. KOMPONEN JARINGAN DAN PROTOKOL LAYER

1. Layer 1 – Physical
Network components:
  • Repeater
  • Multiplexer
  • Hubs(Passive and Active)
  • TDR
  • Oscilloscope
  • Amplifier
Protocols:
  • IEEE 802 (Ethernet standard)
  • IEEE 802.2 (Ethernet standard)
  • ISO 2110
  • ISDN
  1. Layer 2 – Datalink
Network components:
  • Bridge
  • Switch
  • ISDN Router
  • Intelligent Hub
  • NIC
  • Advanced Cable Tester
Protocols:

Media Access Control:
Communicates with the adapter card
Controls the type of media being used:

  • 802.3 CSMA/CD (Ethernet)
  • 802.4 Token Bus (ARCnet)
  • 802.5 Token Ring
  • 802.12 Demand Priority

Logical Link Control

  • error correction and flow control
  • manages link control and defines SAPs

802.2 Logical Link Control

3. Layer 3 (Network)

Network components:
  • Brouter
  • Router
  • Frame Relay Device
  • ATM Switch
  • Advanced Cable Tester
Protocols:
  • IP; ARP; RARP, ICMP; RIP; OSFP;
  • IGMP;
  • IPX
  • NWLink
  • NetBEUI
  • OSI
  • DDP
  • DECnet

4. Layer 4 – Transport

Network components:
  • Gateway
  • Advanced Cable Tester
  • Brouter
Protocols:
  • TCP, ARP, RARP;
  • SPX
  • NWLink
  • NetBIOS / NetBEUI
  • ATP

5. Layer 5 – Session

Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • NetBIOS
  • Names Pipes
  • Mail Slots
  • RPC
  1. Layer 6 – Presentation
Network components:
  • Gateway
  • Redirector
Protocols:
  • None
  1. Layer 7 – Application
Network components:
  • Gateway
Protocols:
  • DNS; FTP
  • TFTP; BOOTP
  • SNMP; RLOGIN
  • SMTP; MIME;
  • NFS; FINGER
  • TELNET; NCP
  • APPC; AFP
  • SMB

 

IV. Konsep dan Kegunaan Layer (OSI 7 layer)

Banyak kegunaan yang didapat dari pembagian fungsi menjadi yang lebih kecil atau yang disebut layer. Kegunaan yang pasti adalah mengurangi kompleksitas, sehingga dapat didefinisikan lebih detail.
Contoh kegunaannya antara lain:
·       Manusia dapat membahas dan mempelajari tentang protokol secara detail.
·       Membuat perangkat menjadi bentuk modular, sehingga pengguna dapat menggunakan hanya modul yang dibutuhkan.
·       Membuat lingkungan yang dapat saling terkoneksi.
·       Mengurangi kompleksitas pada pemrograman sehingga memudahkan produksi.
·       Tiap layer dapat diberikan pembuka dan penutup sesuai dengan layernya.

·       Untuk berkomunikasi dapat dengan segera menggunakan layer dibawahnya.

—————————————————————————————————————————————————

Pengertian Kabel UTP
Kabel UTP (Unshielded Twisted Pair) adalah suatu kabel yang digunakan sebagai media penghubung antar computer dan peralatan jaringan (hub atau switch). Kabel UTP merupakan salah satu kabel yang paling popular saat yang di gunakan untuk membuat jaringan computer.
Pengkabelan Straight

 

Kabel UTP Straight adalah kabel yang digunakan sebagai penghubungbeberapa client dengan menggunakan bantuan hub ataupun switch.
Urutan rna nya yaitu : (Putih-orange  – Orange) – (Putih-hijau – Biru) – (Putih-biru – Hijau) – (Putih-coklat dgn Coklat) , susunan ujung kabel nya sama.

Pengkabelan Cross

kabel utp cross adalah kabel penghubung antara 2 unit komputer secara langsung , tanpa perlu hub , dan susunan ujung dgn ujung berbeda , kita sebut aja ujung A dan ujung B .
§  Ujung A (Putih-orange – Orange) – (Putih-hijau – Biru) –  (Putih-biru – Hijau)  – (Putih-coklat – Coklat)

§  Ujung B (Putih-hijau – Hijau) – (Putih-orange – Biru) – (Putih-biru – Orange) – (Putih-coklat – Coklat)

———————————————————————————————————————————————————————

 

tugas PBD 2

2.1 SQL Operators Overview

An operator manipulates individual data items and returns a result. The data items are called operands or arguments. Operators are represented by special characters or by keywords. For example, the multiplication operator is represented by an asterisk (*) and the operator that tests for nulls is represented by the keywords IS NULL. There are two general classes of operators: unary and binary. Oracle Lite SQL also supports set operators.

2.1.1 Unary Operators

A unary operator uses only one operand. A unary operator typically appears with its operand in the following format:

operator operand

2.1.2 Binary Operators

A binary operator uses two operands. A binary operator appears with its operands in the following format:

operand1 operator operand2

2.1.3 Set Operators

Set operators combine sets of rows returned by queries, instead of individual data items. All set operators have equal precedence. Oracle Lite supports the following set operators:

  • UNION
  • UNION ALL
  • INTERSECT
  • MINUS

The following lists the levels of precedence among the Oracle Lite SQL operators from high to low. Operators listed on the same line have the same level of precedence:

 

 

 

 

Precedence Level SQL Operator
1 Unary + – arithmetic operators, PRIOR operator
2 * / arithmetic operators
3 Binary + – arithmetic operators, || character operators
4 All comparison operators
5 NOT logical operator
6 AND logical operator
7 OR logical operator

 

2.1.4 Other Operators

Other operators with special formats accept more than two operands. If an operator receives a null operator, the result is always null. The only operator that does not follow this rule is CONCAT.

2.2 Arithmetic Operators

Arithmetic operators manipulate numeric operands. The – operator is also used in date arithmetic.

Table 2-2 Arithmetic Operators

Operator Description Example
+ (unary) Makes operand positive SELECT +3 FROM DUAL;
- (unary) Negates operand SELECT -4 FROM DUAL;
/ Division (numbers and dates) SELECT SAL / 10 FROM EMP;
* Multiplication SELECT SAL * 5 FROM EMP;
+ Addition (numbers and dates) SELECT SAL + 200 FROM EMP;
- Subtraction (numbers and dates) SELECT SAL – 100 FROM EMP;

 

2.3 Character Operators

Character operators are used in expressions to manipulate character strings.

Table 2-3 Character Operators

Operator Description Example
|| Concatenates character strings SELECT ‘The Name of the employee is: ‘ || ENAME FROM EMP;

 

2.3.1 Concatenating Character Strings

With Oracle Lite, you can concatenate character strings with the following results:

  • Concatenating two character strings results in another character string.
  • Oracle Lite preserves trailing blanks in character strings by concatenation, regardless of the strings’ datatypes.
  • Oracle Lite provides the CONCAT character function as an alternative to the vertical bar operator. For example:
·         SELECT CONCAT (CONCAT (ENAME, ' is a '),job) FROM EMP WHERE SAL > 2000;
·

This returns:

CONCAT(CONCAT(ENAME
-------------------------
KING       is a PRESIDENT
BLAKE      is a MANAGER
CLARK      is a MANAGER
JONES      is a MANAGER
FORD       is a ANALYST
SCOTT      is a ANALYST

6 rows selected.
  • Oracle Lite treats zero-length character strings as nulls. When you concatenate a zero-length character string with another operand the result is always the other operand. A null value can only result from the concatenation of two null strings.

2.4 Comparison Operators

Comparison operators are used in conditions that compare one expression with another. The result of a comparison can be TRUE, FALSE, or UNKNOWN.

Table 2-4 Comparison Operators

Operator Description Example
= Equality test. SELECT ENAME “Employee” FROM EMP WHERE SAL = 1500;
!=, ^=, <> Inequality test. SELECT ENAME FROM EMP WHERE SAL ^= 5000;
> Greater than test. SELECT ENAME “Employee”, JOB “Title” FROM EMP WHERE SAL > 3000;
< Less than test. SELECT * FROM PRICE WHERE MINPRICE < 30;
>= Greater than or equal to test. SELECT * FROM PRICE WHERE MINPRICE >= 20;
<= Less than or equal to test. SELECT ENAME FROM EMP WHERE SAL <= 1500;
IN “Equivalent to any member of” test. Equivalent to “= ANY”. SELECT * FROM EMP WHERE ENAME IN (‘SMITH’, ‘WARD’);
ANY/ SOME Compares a value to each value in a list or returned by a query. Must be preceded by =, !=, >, <, <=, or >=. Evaluates to FALSE if the query returns no rows. SELECT * FROM DEPT WHERE LOC = SOME (‘NEW YORK’,’DALLAS’);
NOT IN Equivalent to “!= ANY”. Evaluates to FALSE if any member of the set is NULL. SELECT * FROM DEPT WHERE LOC NOT IN (‘NEW YORK’, ‘DALLAS’);
ALL Compares a value with every value in a list or returned by a query. Must be preceded by =, !=, >, <, <=, or >=. Evaluates to TRUE if the query returns no rows. SELECT * FROM emp WHERE sal >= ALL (1400, 3000);
[NOT] BETWEENx and y [Not] greater than or equal to x and less than or equal to y. SELECT ENAME, JOB FROM EMP WHERE SAL BETWEEN 3000 AND 5000;
EXISTS TRUE if a sub-query returns at least one row. SELECT * FROM EMP WHERE EXISTS (SELECT ENAME FROM EMP WHERE MGR IS NULL);
x [NOT] LIKE y[ESCAPEz] TRUE if x does [not] match the pattern y. Within y, the character “%” matches any string of zero or more characters except null. The character “_” matches any single character. Any character following ESCAPE is interpretted litteraly, useful when contains a percent (%) or underscore (_). SELECT * FROM EMP WHERE ENAME LIKE ‘%E%';
IS [NOT] NULL Tests for nulls. This is the only operator that should be used to test for nulls. SELECT * FROM EMP WHERE COMM IS NOT NULL AND SAL > 1500;

 

2.5 Logical Operators

Logical operators manipulate the results of conditions.

Table 2-5 Logical Operators

Operator Description Example
NOT Returns TRUE if the following condition is FALSE. Returns FALSE if it is TRUE. If it is UNKNOWN, it remains UNKNOWN. SELECT * FROM EMP WHERE NOT (job IS NULL)

SELECT * FROM EMP WHERE NOT (sal BETWEEN 1000 AND 2000)

AND Returns TRUE if both component conditions are TRUE. Returns FALSE if either is FALSE; otherwise returns UNKNOWN. SELECT * FROM EMP WHERE job=’CLERK’ AND deptno=10
OR Returns TRUE if either component condition is TRUE. Returns FALSE if both are FALSE. Otherwise, returns UNKNOWN. SELECT * FROM emp WHERE job=’CLERK’ OR deptno=10

 

2.6 Set Operators

Set operators combine the results of two queries into a single result.

Table 2-6 Set Operators

Operator Description Example
UNION Returns all distinct rows selected by either query. SELECT * FROM

(SELECT ENAME FROM EMP WHERE JOB = ‘CLERK’

UNION

SELECT ENAME FROM EMP WHERE JOB = ‘ANALYST’);

UNION ALL Returns all rows selected by either query, including all duplicates. SELECT * FROM

(SELECT SAL FROM EMP WHERE JOB = ‘CLERK’

UNION

SELECT SAL FROM EMP WHERE JOB = ‘ANALYST’);

INTERSECT and INTERSECT ALL Returns all distinct rows selected by both queries. SELECT * FROM orders_list1

INTERSECT

SELECT * FROM orders_list2

MINUS Returns all distinct rows selected by the first query but not the second. SELECT * FROM (SELECT SAL FROM EMP WHERE JOB = ‘PRESIDENT’

MINUS

SELECT SAL FROM EMP WHERE JOB = ‘MANAGER’);

 

2.7 Other Operators

The following lists other operators:

Table 2-7 Other Operators

Operator Description Example
(+) Indicates that the preceding column is the outer join column in a join. SELECT ENAME, DNAME FROM EMP, DEPT WHERE DEPT.DEPTNO = EMP.DEPTNO (+);
PRIOR Evaluates the following expression for the parent row of the current row in a hierarchical, or tree-structured query. In such a query, you must use this operator in the CONNECT BY clause to define the relationship between the parent and child rows. SELECT EMPNO, ENAME, MGR FROM EMP CONNECT BY PRIOR EMPNO = MGR;

 

UPT di stikom surabaya

Daftar Isi

 

Daftar Isi ………………………………………………………………………………….. 1

Perpustakaan ……………………………………………………………………….. 2

Tata Cara Dispensasi ………………………………………………………………  5

Tata Cara Peminjaman Barang dan Ruang (AU) …………………………..  6

Tata Cara Pelaporan Kehilangan Barang …………………………………….  8

Kemahasiswaan …………………………………………………………………….  9

AAK …………………………………………………………………………………… 11

Proses di Keuangan ……………………………………………………………… 14

Proses di Perpustakaan ………………………………………………………… 15

KOPMA STIKOM ………………………………………………………………….. 16

DEMA dan SEMA…………………………………………………………………. 17

 Perpustakaan

Visi

Sebagai pusat informasi dan dokumentasi untuk pembelajaran intelektual yang dapat diandalkan

Misi

  1. Menyelenggarakan proses pengadaan, pengolahan dan pelestarian bahan pustaka dan sumber belajar yang lain.
  2. Menyediakan sumber informasi yang dibutuhkan.
  3. Menyebar luaskan indormasi untuk dimanfaatkan secara optimal dalam proses pembelajaran.

Tujuan

  1. Meningkatkan kualitas SDM
  2. Mengembangkan koleksi
  3. Mengembangkan fasilitas
  4. Meningkatkan pelayanan prima

Gambaran perpus saat ini

  1. Memiliki 31.801 exemplar buku
  2. Memiliki 10.302 exemplar majalah
  3. Memiliki 7.495 exemplar karya ilmiah

Kontribusi mahasiswa kepada perpustakaan

  1. Berkunjung
  2. Memanfaatkan fasilitas
  3. Mendapatkan informasi
  4. Menggunakan referensi

Fungsi perpustakaan

  1. Fungsi akumulasi dan preservasi
  2. Fungsi pendidikan
  3. Fungsi penelitian
  4. Fungsi rekreasi

Peraturan memasuki perpustakaan

  1. Harus menggunakan baju berkerah
  2. Tidak boleh memakai jaket
  3. Tidak boleh membawa makanan dan minuman
  4. Harus bersepatu
  5. Barang yang tidak boleh dibawa masuk bisa dititipkan di loker dengan jaminan KTP/KTM/SIM
  6. Ketika memasuki perpustakaan, mahasiswa wajib mengentri NIM untuk absensi kunjungan perpusakaan
  7. Dilarang berisik ketika didalam perpustakaan
  8. Dilarang tidur di dalam perpustakaan

 

 

Program Literasi informasi

Literasi informasi adalah syarat yang harus dipenuhi sebelum melakukan peminjaman. Supaya mahasiswa mengenal fungsi fasilitas, memahami cara menemukan dan memanfaatka.

Langkah peminjaman buku/software

  1. Mahasiswa lakukan pencarian melalui katalog perpustakaan
  2. Catat kode buku/ta/software
  3. Cari buku di rak buku sesuai kode yang sudah dicatat.
  4. Melakukan peminjaman mandiri
  • Scan KTM
  • Scan bar code buku yang di pinjam
  • Scan KTM
  1. Konfirmasi di pegawai perpustakaan untuk distempel
  2. Untuk software langsung konfirmasi di pegawai perpustakaan dengan memberikan kode software

Peraturan peminjaman

  1. Maksimal 3 buku sekali peminjaman
  2. Jangka waktu peminjaman buku 7 hari
  3. Peminjaman buku dapat diperpanjang maksimal 3 kali
  4. Jika pengembalian buku melebihi batas waktu yang ditentukan dikenakan denda

 

Tata Cara Peminjaman Perpustakaan Stikom Surabaya

1) Datangi pihak perpustakaan yang berada di dekat pintu masuk perpustakaan. Beritahu pihak perpustakaan tentang kegiatan anda.

Catatan:

Perpustakaan berda di lantai 1 belakang lift.Biasanya yang ditanyakan adalah nama kegiatan anda, organisasi yang mengadakan kegiatan itu, pembicaranya siapa, jam dan tanggalnya, dan berapa orang yang mengikuti kegiatan ini.

2) Setelah semua itu pihak perpustakaan akan menawari anda apakah mau dipublikasikan juga, bila iya pihak perpustakaan akan mempublikasikannya di internal kampus atau external kampus bahkan keduanya. Tergantung dari acara anda sendiri. Tetapi bila ini terjadi anda masih diperbolehkan untuk mempublikasikan acara anda sendiri atau bisa meminta bantuan humas STIKOM untuk mempublikasikan acara anda

 

Tata Cara Dispensasi

 

1) Form dispensasi bisa didapatkan di kemahasiswaan, yaitu berada di lantai 1 dekat lift.

2) Setelah didapatkan isi form dispensasi

Catatan :

Form dispen harus di isi dengan nama lengkap anda, nim anda, mata kuliah yang bertabrakan dengan acara yang anda lakukan, jam kuliahnya, tanggalnya. Ingat mata kuliah yang di dispensasi  adalah mata kuliah yang pada hari itu jamnya bertabrakan dengan kegiatan anda. Dan form dispensasi disarankan hanya diberikan kepada panitia kegiatan atau pada peserta bila kegiatan itu wajib di ikuti. Misalnya kegiatan outbond di luar.

3) Setealah di isi berikan form dispensasi anda ke PIC kegiatan anda agar di tanda tangani.

4) Kemudian berikan form dispensasi ke pihak kemahasiswaan untuk di ACC.

5) Kemudian berikan form dispensasi ke pihak AAK untuk dip roses lebih lanjut.

Catatan :

Ketika anda mendapatkan dispensasi artinya ketidak masukan anda pada kuliah yang bertbrakan dengan acara anda akan tetap di anggap hadir. Dan sebaiknya kepengurusan dispensasi dilakukan sebelum UAS atau sebaiknya selambat- lambatnya H+7 setelah kegiatan anda.

 

 

Tata Cara Peminjaman Barang dan Ruang (AU)

 

1) Ambil Form AU bisa di dapatkan di Administrasi Umum yang berada di lantai 2 gedung biru.

Catatan:

Sebelum mengambil tanyakan dulu apakah tanggal kegiatan anda ruangan yang anda butuhkan kosong apa tidak, bila iya ambil form AU.

2) Bila sudah di ambil isi form itu dengan kegiatan anda yang berada dimana, mulai jam berapa, selesai jam berapa, tanggalnya, dan benda apa saja yang dibutuhkan  kemudian tanda tangani.

3) Setelah di isi berikan ke pihak ke pihak kemahasiswaan untuk di ACC.

Catatan :

Sebelum diberikan kepihak kemahasiswaan sebaiknya tanyakan ke pihak AU apakah semua barang itu tersedia dan bila ia baru berikan ke pihak kemahasiswaan. Dan bila anda ingin mendesain ruangan kegiatan di sarankan anda bicarakan dulu dengan PU yang bersangkutan. Utuk peminjaman mobil anda akan di suruh ke Pak Budianto untuk meng cross chek apakah kendaraannya ada apa tidak.

4) Setelah itu kembali ke lantai 2 untuk di ACC oleh pihak AU.

5) Bila sudah foto kopi formnya dan berikan ke kemahasiswaan, AU, bagian Panel, PU yang bersangkutan.

Catatan :

PU yang bersangkutan adalah PU lantai tempat acara anda dilaksanakan.Bagian Panel ruangnya berada di lantai 1 samping kamar mandi cewek.Bila di lantai 6 berikan kepada pengurus Lab lanatai 6.Dan bila meminjam kelas anda juga harus memberikannya ke petugas AAK. Bila acaranya outdoor berikan juga ke satpam depan. Ingat yang diberikan hanya fotokopi anda membawa yang asli.

Untuk meminjam benda ke suatu prodi anda tidak perlu melewati AU cukup membuat surat peminjaman yang di tanda tangani oleh Kaprodi tempat anda meminjam barang, dan juga ada tanda tangan dari ketua acara atau coordinator perlengkapan, dan bila kaprodinya meminta anda juga harus meminta tanda tangan dari Kepala Bagian Kemahasiswaan dan Alumi. Ingat semua proses ini lakukan jauh- jauh hari dari acara anda.

 

 

Tata Cara Pelaporan Kehilangan Barang

 

1) Pertama cari tahu dimana barang anda hilang bila hilang di kampus, datangi UPT yang bersangkutan apakah menemukan barang anda apa tidak

2) Bila tidak datangi pihak kemahasiswaan untuk meminta form kehilangan barang

3) Kemudian isi form tersebut dan pihak kemahasiswaan akan memprosesnya dengan cara memberikan pengumuman di madding.

Catatan :

Disarankan setelah ini memberiakan publikasi sendiri agar proses pencarian lebih cepat

4) Setelah itu tunggu dan berdoalah agar barang anda kembali. Bila kembali pihak kemahasiswaan akan menghubungi anda.

 

Kemahasiswaan

Visi

“ meningkatkan  soft skill mahasiswa menuju STIMIK STIKOM Surabaya yang berkualitas , unggul, dan terkenal “

Misi

“ memberikan pembinaan dan pelayanan kepada mahasiswa untuk mewujudkan atribut soft skill yang sesuai dengan nilai dan budaya STIMIK SIKOM Surabaya “

Tujuan

Meningkatkan kesejahteraan mahasiswa melalui peningkatan layanan pada aktivitas Kemahasiswaan dan ormawa baik kesejahteraan materil maupun non materil

Peningkatan soft skill mahasiswa melalui aktifitas non akademik yang terencana seperti kegiatan OKK, PERISAN, dan pelatihan life skill .

 

Personel dibagian kemahasiswaan

-          Kepala bagian                         : Nurhesti Esa Dwirini, AP

-          Sie. Administrasi                    : Ditya Martiningtyas, A.Md

-          Sie penalaran Mahasiswa      : Linda Winda Sudarti, S.SI

-          Sie. Bakat minat mahasiswa : M. Al Hafidz

SSKM kepanjangan dari standar soft skill kegiatan mahasiswa adalah angka satuan untuk menlai seluruh kegiatan prestasi mahasiswa dan kemajuan di bidang non akademik, baik kegiatan dalam maupun luar kampus.

Dihitung memperoleh poin SSKM apabila :

-          Mahasiswa murni ( tidak bekerja ) dalam

  1. Kegiatan di kampus dalam kegiatan UKM maupun non UKM
  2. Kegiatan di luar kampus juga dihitung mendapatkan nilai SSKM

-          Mahasiswa murni ( bekerja)

  1. Kegiatan dikampus dalam kegiatan UKM dan Non UKN
  2. Kegiatan di luar kampus dalam lingkungan pekerjaan, dalam organisasi masyarakat, kepemudaan, dll.

Tata Cara Peminjaman Barang Kemahasiswaan

1) Datangi pihak kemahasiswaan dan beritahun maksud anda.

2) kemudian pihak kemahasiswaan akan memberikan form untuk di isi, jadi isilah form tersebut.

3) Setealah di isi ambil barangnya dan jaga sampai acara anda selesai dan juga periksa apakah barangnya berfungsi.

4) Pada saat mengembalikan anda akan di suruh untuk mengisi formnya lagi untuk bukti barang telah kembali.

 

 

 AAK

1. 3 hal yang penting untuk mahasiswa

-          Buku pedoman akademik

-          Kalender Akademik

-          SIIS ( Student Integrated Information System )

2. AAK berada di lantai 2 gedung merah STIKOM Surabaya

Rekan-rekan AAK:

  1. Khoirul                           : Presensi mahasiswa, dispensasi
  2. Tasya                             : Kehadiran dosen
  3. Ali & Sapta                    : Registrasi surat-surat ( transkip, aktif )
  4. Diana                             : Ujian, Soal, Nilai
  5. Netti                              : Ijazah, Yudisium, Laporan kopetis
  6. Vivine                             : Semua
  7. Proses AAK secara global :
    1. Registrasi dan her-registrasI (KRS )
    2. Perwalian
    3. Perkuliahan
    4. Ujian
    5. Semester pendek
    6. Yudisium ( KHS )
    7. Tutup Semester

Untuk mengupdate status mahasiswa harus melakukan daftar ulang. Apabila 2x tidak mengikuti registrasi, akan terkena DO secara otomatis. Semester 1 dan 2 itu adalah paket.Mulai semester 2, apabila IPS > 2 maka boleh menambah SKS. Pembatalan KRS max minggu ke 4 setelah perwalian sesuai dengan persetujuan dosen wali.

1. Pasca Perwalian ( minggu 1 ) :

~         Jika mata kuliah dibatalkan oleh prodi.

~         Boleh mengganti ( sesuai jadwal ).

2. Pembatalan KRS ( minggu ke 4 ) :

~         Hapus mata kuliah                terlalu berat (Status baru)

~         Ketidakhadiran melebihi 25% dari jumlah pertemuan

~         Lewat SIIS               cetak KRS di AAK

 

 

  1. Cara pembayaran dan sanksi keterlambatan :
    1. Semua pembayaran BP dan atau BOP dilakukan melalui pendebatan otomatis pada rekening mahasiswa di bank yang ditunjuk oleh STIKOM Surabaya dengan jadwal yang diatur dalam ketetapan tersendiri.
    2. Keterlambatan pembayaran BP dan atau BOP dikenakan sanksi yang berlaku, yaitu :
  • Tidak dapat menempuh UTS dan UAS
  • Dikenakan denda sebagai berikut :

 

Jumlah hari keterlambatan % Denda
1 s.d 30 5 %
31 s.d 90 10%
>90 15%

 

 

Tata Cara Proses di AAK

1) Proses Perwalian

a) Masuk ke perwalian.stikom.edu.

b) Kemudian pilih MK yang anda pilih setelah dipilih klik accept dan keluar dari situs.

c) Setelah itu datangi dosen wali anda untuk di approve MK pilihan anda. Bila tidak di approve proses kembali ke                    awal.

d) Setealah itu langsung ke AAK untuk meminta printnya. Bila AAK tidak mau silahkan print sendiri

e) Setelah itu menuju ke dosen wali untuk di tanda tanganin dan anda juga harus tanda tangan.

2) Proses pengambilan SP

a) Transfer sejumlah uang yang di perlukan ke rekening STIKOM SURABAYA.

b) kemudian berikan buktinya ke pihak keuangan untuk diproses

c) Setelah di proses masuk  ke siis.stikom.edu untuk memilih MK pilih menu lain-lain.

d) Setelah dipilih langsung menuju ke AAK untuk meminta print MK apa yang dipilih dengan cara memberikan         KTM anda

e) Setelah di print tanda tangani suratnya dan anda juga minta tanda tangan dari petugas terkait.

3) Proses Meminta Transkip Nilai, IPK Semester Dulu, MK yang dipilih, dan Surat Keterangan Mahasiswa Aktif

a) Masuk ke siis.stikom.edu

b) Pilih menu lain-lain

c) Kemudian klik apa yang anda butuhkan.

d) Setelah itu tunggu selama 2 hari kemudia menuju ke AAK untuk memint printnya

4) Proses Pengumpulan Tugas Kuliah

a) Datangi AAK kemudian ungkapkan maksud anda.

b) Kemudian isi BAK dengan menyertakan tugas anda.

5) Proses Absensi

Caranya sama seperti proses pengumpulan tugas.

 

Proses di Keuangan

 

1) Proses pembayaran

a) Transfer ke rekenging STIKOM untuk pembyaran BOP, BP, SP, dll

b) Berikan bukti pembayaran ke petugas keuangan

Catatan :

Untuk yang mengalami debet otomatis tida perlu melakuakan proses ini. Ingat debet otomatis hanya dilakukan 2 kali untuk tunggakan suatu bulan bila pendebetan yang pertama gagal, bila yang kedua gagal tidak ada pendebetan yang ketiga. Jadi harus di lakukan secara manual.

2) Proses Penghentian Debet Otomatis

Datangi pihak keuangan dan katakan maksud anda.

 

3) Proses Pelaporan rekening baru

Sama seperti proses nomer 2.

 

Proses di Perpustakaan

 

1) Proses Peminjaman Buku

a) Ambil buku yang anda butuhkan

b) Scan barcode KTM anda di meja barcode

c) Kemudian scan barcode buku yang anda pinjam

d) Scan lagi KTM anda

e) Isi lembar kertas di buku yang anda pinjam dengan NIM dan nama anda

f) Kemudian berikan buku dan KTM dengan petugas yang bersangkutan

2) Prose pengembalian buku

Berikan buku kepada petugas yang bersangkutan

 

KOPMA STIKOM

Ketua KOPMA STIKOM Surabaya merupakan ketua yang dipilih oleh seluruh anggota KOPMA, baik pengurus maupun anggota aktif. Pemilihan Ketua dilakukan dengan cara pengambilan suara dari masing-masing anggota. Calon ketua yang mendapat suara terbanyak akan terpilih menjadi ketua KOPMA periode selanjutnya.

Visi :

“Menjadi Organisasi yang bermanfaat bagi anggota melalui kegiatan-kegiatan bersifat Enterpreneurship yang menjunjung asas kekeluargaan dan selalu berperan aktif di STIKOM Surabaya “

Misi :

  1. Meningkatkan pendapatan dari usaha yang dimiliki oleh KOPMA
  2. Mengembangkan sumber daya anggota koperasi mahasiswa yang terampil, kreatif,  mandiri, dan berjiwa enterpreneurship dan leadership.
  3. Mengembangkan hubungan keluar dengan koperasi mahasiswa maupun badan usaha lain.

MINIKOM

MINIKOM merupakan salah satu jasa usaha yang dimiliki oleh Koperasi Mahasiswa STIKOM SURABAYA.MINIKOM terletak pada kampus STIKOM Surabaya tepatnya didepan gedung STIKOM (Gedung Biru).MINIKOM menyediakan kebutuhan para mahasiswa.

STIKOM Surabaya mulai dari peralatan tulis, peralatan gambar, makanan ringan, sampai dengan jajanan tradisional.MINIKOM juga merupakan tempat atau saranan bagi para mahasiswa dalam menyalurkan kegiatanentrepreneurnya melalui penitipan barang dagangan, sarana promosi dan juga merupakan sarana dalam pengembangan ide-ide kreatifitas untuk souvenir berlogo STIKOM Surabaya.

DEMA dan SEMA

 

DEMA (Dewan Mahasiswa)

 

Visi dan Misi DEMA

  • Ø Visi

Menciptakan dan meningkatkan CINTA akan almamater dengan RASA yang berbeda.

 

  • Ø Misi

~         Meningkatkan prestasi mahasiswa STIKOM Surabaya baik di bidang akademik maupun non akademik.

~         Memberikan pencitraan positif terhadap mahasiswa STIKOM Surabaya.

Fungsi DEMA :

~         Untuk menjaring, menampung dan menyaring serta mengemas aspirasi mahasiswa dalam lingkungan STIKOM Surabaya.

~         Pengawasan bagi pelaksanaan proker SEMA.

~         Berintegrasi dengan HIMA prodi.

Tujuan DEMA :

~         Mahasiswa dapat berperan akibat dalam perkembangan dan kemajuan kampus STIKOM.

~         Mahasiswa STIKOM memiliki daya saing dengan mahasiswa-mahasiswa dari perguruan tinggi lain.

 

SEMA (Senat Mahasiswa)

 

  • VISI

Menigkatkan potensi dan kualitas mahasiswa STIKOM melalui UKM dengan tujuan menjadikan mahasiswa STIKOM Surabaya aktif dan unggul dalam kegiatan berorganisasi serta mempunyai mental bersaing yang tinggi dan mampu menjalin relasi yang lebih baik.

  • MISI

~         Meningkatkankegiatan mahasiswa yang lebih kreatif dan inovatif khususnya UKM, agar mahasiswa dapat berperan aktif dalam organisasi.

~         Mengikutsertakan seluruh UKM yang ada di STIKOM Surabaya untuk berpartisipasi dalam kompetisi di luar kampus.

~         Memonitoring perkembangan setiap UKM.

~         Mengadakan forum aspirasi untuk melakukan evaluasi kerja dan kegiatan pada tiap UKM.

~         Membatu menyelesaikan permasalahan yang ada di UKM dengan rasa kekeluargaan.

 

steve jobs (tokoh inspirasi)

Steven Paul “Steve” Jobs (lahir di San FranciscoCaliforniaAmerika Serikat,24 Februari 1955 – meninggal di Palo Alto, CaliforniaAmerika Serikat5 Oktober 2011 pada umur 56 tahun) adalah seorang tokoh bisnis dan penemu Amerika Serikat. Ia adalah pendiri pendamping, ketua, dan mantan CEO Apple Inc. Jobs juga sebelumnya menjabat sebagai pejabat eksekutif Pixar Animation Studios

ia menjadi anggota dewan direktur The Walt Disney Company pada tahun 2006, setelah pengambilan alih Pixar oleh Disney. Namanya dicantumkan sebagai produser eksekutif dalam film Toy Story tahun 1995.

Pada akhir 1970-an, Jobs, bersama pendiri pendamping Apple Steve Wozniak,Mike Markkula, dan lainnya, merancang, mengembangkan, dan memasarkan salah satu jajaran komputer pribadi pertama yang sukses secara komersial, yaitu seri Apple II. Pada awal 1980-an, Jobs termasuk orang-orang yang pertama kali melihat potensi komersial dari antarmuka pengguna grafis yang digerakkantetikus PARC Xerox yang kemudian mendorong pembuatan Macintosh. Setelah kalah melawan keputusan dewan direktur tahun 1984, Jobs mengundurkan diri dari Apple dan mendirikan NeXT, sebuah perusahaan pengembangan platform komputer yang berkecimpung dalam pasar pendidikan tinggi dan bisnis. Pembelian NeXT oleh Apple pada tahun 1996 membawa kembali Jobs ke perusahaan yang ia dirikan bersama, dan ia menjabat sebagai CEO-nya sejak 1997 hingga 2011.

Tahun 1986, ia mengambil alih divisi grafis komputer Lucasfilm Ltd yang kemudian menjadi Pixar Animation Studios. Ia menjadi CEO dan pemegang saham terbesarnya sebanyak 50,1% sampai diambil alih oleh The Walt Disney Company tahun 2006. Karena itu pula Jobs menjadi pemegang saham perorangan terbesar di Disney sebanyak 7% dan anggota Dewan Direktur Disney. Setelah mengundurkan diri sebagai CEO pada 24 Agustus 2011, Jobs terpilih sebagai ketua dewan direktur Apple.

Pada 5 Oktober 2011, Steve Jobs meninggal dunia di California pada usia 56 tahun, tujuh tahun setelah didiagnosis menderita kanker pankreas. Pada waktu kematiannya, ia dikenal luas sebagai seorang visioner, perintis dan jenius dalam bidang bisnis, inovasi, dan desain produk, dan orang yang berhasil mengubah wajah dunia modern, merevolusi enam industri yang berbeda, dan “contoh bagi semua kepala eksekutif”. Kematiannya ditanggapi secara luas dan dianggap sebagai kehilangan besar bagi dunia oleh para penggemarnya di

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.