*Apa yang dipikirkan System.?
Sederhananya, sebuah sistem adalah sebuah koleksi terorganisir dari bagian (atau subsistem) yang sangat terintegrasi untuk mencapai tujuan secara keseluruhan. Sistem ini memiliki berbagai masukan, yang melalui proses tertentu untuk menghasilkan output tertentu, yang bersama-sama, mencapai tujuan yang diinginkan untuk sistem keseluruhan. Sehingga sistem biasanya terdiri dari sistem yang lebih kecil banyak, atau subsistem. Sebagai contoh, sebuah organisasi terdiri dari fungsi-fungsi administrasi dan manajemen, produk, jasa, kelompok dan individu. Jika satu bagian dari sistem berubah, sifat dari sistem secara keseluruhan sering berubah, juga – dengan definisi itu, sistem ini sistemik, yang berarti berkaitan dengan, atau mempengaruhi, seluruh sistem. (Hal ini tidak menjadi bingung dengan sistematis, yang bisa berarti hanya bahwa ada sesuatu yang metodologis Jadi, berpikir metodologis – berpikir sistematis – tidak selalu berarti berpikir sistem..)

Sistem berkisar dari yang sederhana sampai yang kompleks. Ada berbagai jenis sistem. Misalnya, ada sistem biologis (misalnya, jantung), sistem mekanik (misalnya, termostat), sistem manusia / mekanik (misalnya, mengendarai sepeda), sistem ekologi (misalnya, predator / pemangsa) dan sosial sistem (misalnya, kelompok, pasokan dan permintaan dan juga persahabatan). Sistem yang kompleks, seperti sistem sosial, yang terdiri dari subsistem banyak, juga. Subsistem ini disusun dalam hirarki, dan terpadu untuk mencapai tujuan keseluruhan dari sistem secara keseluruhan. Setiap subsistem memiliki batas-batas sendiri macam, dan termasuk berbagai masukan, proses, keluaran dan hasil diarahkan untuk mencapai tujuan keseluruhan untuk subsistem. Sistem yang kompleks biasanya berinteraksi dengan lingkungan mereka dan, dengan demikian, sistem terbuka.

Sebuah sistem berfungsi tinggi terus pertukaran umpan balik antara berbagai bagian untuk memastikan bahwa mereka tetap erat selaras dan terfokus pada pencapaian tujuan sistem. Jika salah satu bagian atau kegiatan dalam sistem tampaknya melemah atau sejajar, sistem membuat penyesuaian yang diperlukan untuk lebih efektif mencapai tujuannya.

Sebuah tumpukan pasir tidak sistem. Jika Anda menghapus sebuah partikel pasir, Anda masih punya tumpukan pasir. Namun, sebuah mobil adalah sebuah sistem yang berfungsi. Lepaskan karburator dan Anda tidak lagi memiliki mobil bekerja.

contoh:
 
Seorang ayah mengidap penyakit diabetes dan lever (hati). Untuk memecahkan masalah ini, sang anak membagi masalah ini ke dalam dua bagian, yaitu sakit diabetes dan sakit lever. Suatu hari sang anak membawa sang ayah ke dokter ahli penyakit diabetes untuk mengatasi masalah pertama. Keesokan harinya ke dokter ahli penyakit lever untuk mengatasi masalah kedua. Kedua dokter tentu memberi obat yang berbeda, dokter ahli diabetes memberi obat untuk menurunkan kadar gula dalam darah sedangkan dokter ahli lever memberi obat untuk menaikkan kadar gula agar lever dapat berfungsi kembali.

Pada masalah ini, kesalahan ada pada semua pihak, mengapa baik anak maupun orangtuanya tidak memberitahu tiap dokter bahwa ayahnya mempunyai penyakit lain dan mengapa sang dokter tidak menanyakan obat apa yang sedang dikonsumsi oleh sang ayah. Mungkin itulah akibat cara berpikir reduksionis.

 
 
*Memulai Perkembangan System
1. Pendekatan Klasik Pendekatan Klasik (classical approach) disebut juga dengan Pendekatan Tradisional (traditional approach) atau Pendekatan Konvensional (conventional approach). Metodologi Pendekatan Klasik mengembangkan sistem dengan mengikuti tahapan-tahapan pada System Life Cycle. Pendekatan ini menekankan bahwa pengembangan akan berhasil bila mengikuti tahapan pada System Life Cycle.

2.Pendekatan terstruktur (Structured Approach) Pendekatan terstruktur dilengkapi dengan alat-alat (tools) dan teknikteknik yang dibutuhkan dalam pengembangan sistem, sehingga hasil akhir dari sistem yang dikembangkan akan didapatkan sistem yang strukturnya didefinisikan dengan baik dan jelas.
3.Dari Bawah Ke Atas (Bottom-up Approach) Pendekatan ini dimulai dari level bawah organisasi, yaitu level operasional dimana transaksi dilakukan. Pendekatan ini dimulai dari perumusan kebutuhan-kebutuhan untuk menangani transaksi dan naik ke level atas dengan merumuskan kebutuhan informasi berdasarkan transaksi tersebut. Pendekatan ini ciri-ciri dari pendekatan klasik. Pendekatan dari bawah ke atas bila digunakan pada tahap analisis sistem disebut juga dengan istilah data analysis, karena yang menjadi tekanan adalah data yang akan diolah terlebih dahulu, informasi yang akan dihasilkan menyusul mengikuti datanya.
4.Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) Pendekatan Dari Atas Ke Bawah (Top-down Approach) dimulai dari level atas organisasi, yaitu level perencanaan strategi. Pendekatan ini dimulai dengan mendefinisikan sasaran dan kebijaksanaan organisasi. Langkah selanjutnya dari pendekatan ini adalah dilakukannya analisis kebutuhan informasi. Setelah kebutuhan informasi ditentukan, maka proses turun ke pemrosesan transaksi, yaitu penentuan output, input, basis data, prosedurprosedur operasi dan kontrol. Pendekatan ini juga merupakan ciri-ciri pendekatan terstruktur. Pendekatan atas-turun bila digunakan pada tahap analis sistem disebut juga dengan istilah decision analysis, karena yang menjadi tekanan adalah informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan keputusan oleh manajemen terlebih dahulu, kemudian data yang perlu diolah didefinisikan menyusul mengikuti informasi yang dibutuhkan.
5.Pendekatan Sepotong (piecemeal approach) Pengembangan yang menekankan pada suatu kegiatan/aplikasi tertentu tanpa memperhatikan posisinya di sistem informasi atau tidak memperhatikan sasaran organisasi secara global (memperhatikan sasaran dari kegiatan atau aplikasi itu saja).

*System informasi perencanaan dan menyelaraskan perusahaan dan tujuanya
 
BALANCED SCORECARD (BSC)
Tujuan dari Balanced Scorecard (Kaplan dan Norton, 1996) adalah menghasilkan sumber
daya manusia yang produktif dan memiliki komitmen untuk menghasilkan produk dan jasa
dengan nilai yang terbaik untuk customer sehingga menghasilkan pengembalian finansial yang
berlipat ganda dan berjangka panjang. Balanced Scorecard didefinisikan sebagai suatu sistem
manajemen dan pengukuran yang menunjukkan performansi unit bisnis dari empat perspektif,
yaitu finansial, customer, proses binis internal, dan pembelajaran dan pertumbuhan (Anthony, et
al.,1997). Pengukuran kinerja dengan menggunakan keempat perspektif ini dilakukan secara
seimbang. Konsep Balanced Scorecard ini pada dasarnya merupakan penerjemahan dari visi dan
strategi yang ingin dicapai oleh suatu perusahaan dalam jangka panjang, yang kemudian diukur
dan dimonitor secara terus menerus. Kaitan antara masing-masing perspektif dengan visi dan
strategi. Pada Balanced Scorecard, keempat perspektif di atas
menjadi satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan. Keempat perspektif tersebut juga merupakan
indikator pengukuran kinerja yang saling melengkapi dan saling memiliki hubungan sebab akibat.
Beberapa manfaat dari Balanced Scorecard adalah memperjelas dan menerjemahkan visi
dan strategi; mengkomunikasikan dan mengkaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis:
merencanakan, menetapkan sasaran dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis, meningkatkan
umpan balik dan pembelajaran strategis (Kaplan dan Norton, 2000).
 
TOTAL PERFORMANCE SCORECARD (TPS)
Total Performance Scorecard (TPS) merupakan suatu konsep holistik baru tentang
manajemen perubahan dan perbaikan dan dapat juga didefinisikan sebagai proses sistematis
perbaikan, pengembangan, dan pembelajaran yang berkesinambungan, bertahap dan rutin yang
terpusat pada perbaikan kinerja pribadi dan organisasi secara berkelanjutan (Rampersad,2005b).
Konsep TPS adalah penggabungan dan pengembangan konsep Balanced Scorecard, Total
Quality Management, dan Competence Management yang mencakup filosofi dan aturan
pembentukan dasar perbaikan berkesinambungan melalui perbaikan pribadi karyawan
(Rampersad,2003). Konsep TPS berawal dengan mempelajari dan merumuskan ambisi pribadi
tiap karyawan, kemudian menyeimbangkannya dengan perilaku pribadi dan ambisi bersama
organisasi.
Berdasarkan keterkaitan dari perbaikan, pengembangan dan pembelajaran maka diperoleh
suatu model holistik dimana interaksi ketiganya membentuk sebuah inti kekuatan yang disebut
siklus TPS seperti terlihat pada Gambar 2. Keuntungan TPS adalah menghubungkan sasaran
jangka pendek dan panjang, menghubungkan tujuan pribadi dan tujuan organisasi, perbaikan
berkesinambungan, terdokumentasi jelas karena menggunakan pengukuran matriks dengan dasar
pengetahuan scorecard.
 
 
Peranan SI dan Perencanaan SI Dalam Organisasi
Raghunathan dan Raghunathan (1990) melakukan penelitian mengenai
implikasi perencanaan dari SI strategic grid. Mereka menginvestigasi sifat kontijen
dari enam variabel perencanaan SI dalam konteks relevansi stratejik SI suatu
organisasi. Mereka mengidentifikasi perbedaan perencanaan SI untuk setiap
kuadran dalam strategic grid terhadap 187 organisasi yang menjadi responden
dalam penelitian mereka. Dengan menggunakan ANOVA, hasil penelitian mereka
mengkonfirmasikan beberapa prediksi dari McFarlan et al. (1983) yang
menunjukkan bahwa secara umum terdapat dukungan empiris untuk rerangka
strategic grid dan terdapat perbedaan dalam aspek perencanaan di antara
organisasi, tergantung pada lingkungan SI organisasi tersebut dalam strategic grid.
Raghunathan dan Raghunathan (1990) juga melakukan analisis lebih lanjut
mengenai hasil penelitian mereka yang menunjukkan bahwa perbedaan tersebut
lebih jelas untuk dimensi masa yang akan datang daripada untuk dimensi saat ini.
Interpretasi mereka mengenai ini bahwa jika kita melakukan penelitian mengenai
perencanaan, sifat kontijen dari perencanaan lebih baik ditekankan dalam
lingkungan SI masa yang akan datang daripada dalam lingkungan SI saat ini.
Dalam rerangka strategic grid, lingkungan SI strategic dan turnaround (yang
mempunyai dampak stratejik yang tinggi pada dimensi masa yang akan datang)
kemungkinan sama satu sama lain dan berbeda dari dua lingkungan lainnya
(support dan factory). Hal ini menunjukkan bahwa perbedaan seharusnya lebih
jelas antara tinggi dan rendah dimensi masa yang akan datang daripada antara
tinggi dan rendah dimensi saat ini.
Hasil penelitian mereka juga menunjukkan bahwa perbedaan rata-rata untuk
semua aspek perencanaan lebih besar pada kuadran strategic dan support.
Karena itu, mereka juga melakukan uji-t untuk membuktikan perbedaan kedua
kuadran tersebut dilihat dari aspek perencanaan SI dan hasilnya secara signifikan
menunjukkan perbedaan tersebut. Implikasi penelitian mereka menekankan pada
sifat kontijen perencanaan SI dan kebutuhan untuk menyesuaikan aspek
perencanaan SI dengan peranan SI dalam organisasi.
Premkumar dan King (1992) memperluas penelitian yang telah dilakukan
oleh Raghunathan dan Raghunathan (1990). Mereka menambahkan 7 variabel
perencanaan SI, menggabungkan 2 variabel perencanaan SI, dan membuang satu
variabel perencanaan SI sehingga menjadi 11 variabel perencanaan SI yang
dibaginya ke dalam tiga karakteristik, yaitu karakteristik perencanaan, karakteristik
organisasional, karakteristik kinerja perencanaan. Berdasarkan hasil penelitian
yang dilakukan oleh Raghunathan dan Raghunathan (1990), Premkumar dan King
(1992) menggabungkan kuadran strategic dengan turnaround dan kuadran support
dengan factory dalam menganalisis data. Mereka menggunakan t-test dan chisquare
dalam melakukan analisis terhadap 249 sampel dan hasilnya menunjukkan
bahwa terdapat perbedaan yang signifikan dalam karakteristik perencanaan,
organisasional, dan kinerja dari perencanaan SI di antara organisasi yang
mempunyai peranan SI yang berbeda-beda. Karakteristik perencanaan dan
organisasional secara umum sesuai dengan prediksi implisit dalam strategic grid.
Karena itu, penelitian ini memberi validasi parsial pada strategic grid sebagai alat
untuk mengevaluasi peranan SI di dalam organisasi. Sedangkan karakteristik
kinerja perencanaan SI untuk variabel kinerja fungsi SI belum didukung oleh data.
Kedua penelitian yang diuraikan di atas merupakan penelitian yang
dilakukan di Amerika. Untuk situasi di Indonesia, penelitian serupa telah dilakukan
oleh Hartawan (1996) dengan mendasarkan pada penelitian yang dilakukan
Premkumar dan King (1992). Kuesioner yang digunakannya untuk pengumpulan
data penelitian merupakan kuesioner yang dikembangkan oleh Premkumar dan
King (1992) dan menganalisis sebanyak tiga puluh sembilan sampel. Alat analisis
yang digunakan adalah uji-t dan chi-square untuk mengevaluasi beda rata-rata
organisasi dari tiga karakteristik sistem perencanaan SI (perencanaan,
organisasional, dan kinerja perencanaan) pada rerangka strategic grid. Hasilnya
menunjukkan bahwa karakteristik perencanaan untuk variabel sumber-sumber
perencanaan SI tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok
strategic/turnaround dengan kelompok support/factory, yang berarti tidak
mendukung hasil penelitian Premkumar dan King (1992); sedangkan untuk
karakteristik organisasional mendukung penelitian Premkumar dan King (1992)
yang menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok
strategic/turnaround dengan kelompok support/factory. Karakteristik kinerja untuk
semua variabel menunjukkan perbedaan yang signifikan antara kelompok
strategic/turnaround dengan kelompok support/factory.
 
Perencanaan Sistem Informasi
Perhatian yang semakin meningkat akan dampak stratejik SI terhadap bisnis
perusahaan membuat penelitian pada perencanaan SI penting dalam bidang SI
(Boynton dan Zmud 1987). Investasi yang besar dalam SI membuat perencanaan
SI menjadi masalah kunci bagi manajemen (Niederman et al. 1991). Hal ini
 menunjukkan bahwa perencanaan SI menjadi hal yang penting dalam organisasi
secara keseluruhan jika ingin memperoleh keunggulan kompetitif.
Studi empiris mengenai perencanaan SI menunjukkan bahwa perencanaan
SI dipengaruhi oleh berbagai faktor (Lederer dan Sethi 1996). Berbagai faktor
seperti kualitas proses perencanaan, rentang waktu perencanaan, sumber-sumber
perencanaan SI, integrasi bisnis-SI, kualitas mekanisme pendukung, keterlibatan
manajemen puncak dan pemakai, sumber-sumber SI, efektifitas perencanaan,
kinerja fungsi SI, dan kontribusi SI terhadap kinerja organisasional ditemukan
mempengaruhi perencanaan SI (Cash et al. 1992, Ein-Dor dan Segev 1978,
Goodhue et al. 1988, King 1988, Lederer dan Mendelow 1986, 1987, Lederer dan
Sethi 1988, McFarlan et al. 1983, Raghunathan dan Raghunathan 1988, dan Zviran
1990). Premkumar dan King (1992) menggolong-golongkan berbagai faktor
perencanaan SI tersebut ke dalam tiga karakteristik, yaitu karakteristik
perencanaan, karakteristik organisasional, dan karakteristik kinerja.
Inti dari perencanaan SI adalah proses perencanaan yang mengevaluasi
lingkungan eksternal dan internal SI, mengidentifikasi sistem aplikasi yang baru,
dan mengembangkan sekumpulan perencanaan SI stratejik untuk mendukung
perencanaan bisnis organisasi. Tujuan utama perencanaan SI adalah untuk
menyelaraskan perencanaan SI dengan perencanaan bisnis (Zviran 1990).
Namun, Lederer dan Mendelow (1986) menemukan bahwa dalam banyak
organisasi perencanaan bisnis stratejik tidak jelas, atau tidak secara jelas
didokumentasikan, atau tidak berisi informasi yang relevan yang dapat digunakan
dalam perencanaan SI. Karena itu, organisasi dalam merencanakan SI sering
menggunakan berbagai mekanisme pendukung, seperti partisipasi manajer SI
dalam perencanaan bisnis stratejik perusahaan untuk mengintegrasikan kedua
sistem perencanaan tersebut (Lederer dan Mendelow 1987). Keterlibatan
manajemen puncak dan pemakai juga merupakan fasilitator yang penting dalam
perencanaan SI (Lederer dan Mendelow 1987).
Kecukupan sumber-sumber perencanaan merupakan fokus perhatian dalam
karakteristik perencanaan SI. Lederer dan Sethi (1988) menemukan bahwa
ketersediaan sumber-sumber perencanaan menjadi masalah yang serius dalam
perencanaan SI. Goodhue et al. (1988) menemukan bahwa pengalokasian
sumber-sumber yang tersedia untuk implementasi perencanaan juga merupakan
masalah yang signifikan yang mempengaruhi efektivitas sistem perencanaan.
Investasi yang besar dalam SI dan penggunaan SI sebagai sumber daya
stratejik membawa dimensi kinerja ke dalam karakteristik perencanaan SI (Clemons dan Weber 1990, dan Weill dan Olson 1989). Pengukuran kinerja menjadi subjek
penelitian yang dipertimbangkan dalam perencanaan SI stratejik (Weill dan Olson
1989). Untuk membuktikan keandalan perencanaan, maka perlu untuk mengukur
efektifitas perencanaan dan dampaknya terhadap organisasi (King 1988). Namun,
hanya sedikit penelitian yang mengevaluasi hubungan investasi TI dengan kinerja
organisasional (pertumbuhan penjualan, return on assets, dll) yang hasilnya
memuaskan (Weill dan Olson 1989, Floyd dan Wooldridge 1990). Peneliti lebih
berhasil menggunakan pengukuran perseptual dari penyelesaian perencanaan
sebagai pengukuran efektifitas perencanaan (Raghunathan dan Raghunathan
1991).
 
 
METODE DAN TEORI ANALISIS PERENCANAAN STRATEGIS SI/TI
Analisis SWOT
Analisis SWOT akan dipetakan dari hasil analisis lingkungan. Kekuatan diidentifikasikan dengan tujuan untuk mengetahui apa saja kekuatan organisasi untuk dapat meneruskan dan mempertahankan bisnis. Dengan mengetahui kekuatan yang dimiliki organisasi akan dapat mempertahankan dan bahkan meningkatkan kekuatan sebagai modal untuk dapat bersaing. Mengidentifikasi kelemahan bertujuan untuk dapat mengetahui apa kelemahan-kelemahan yang masih ada, dan dengan mengetahui kelemahan tersebut, maka perusahaan dapat berusaha untuk memperbaiki agar menjadi lebih baik. Kelemahan yang tidak atau terlambat teridentifikasi akan merugikan bagi perusahaan. Oleh karena itu dengan semakin cepat mengetahui kelemahan, maka perusahaan juga dapat sesegera mungkin
mencari solusi untuk dapat menutupi kelemahan tersebut. Dengan mengetahui peluang, baik peluang saat ini maupun peluang dimasa yang akan datang, maka perusahaan dapat mempersiapkan diri untuk dapat mencapai peluang tersebut. Berbagai strategi dapat disiapkan lebih dini dan terencana dengan lebih baik sehingga peluang yang telah diidentifikasi dapat direalisasikan. Berbagai jalan untuk dapat mewujudkan peluang/kesempatan dan mempertahankan kelangsungan bisnis organisasi tentunya akan mengalami banyak ancaman. Ancaman yang dapat teridentifikasi dapat dicarikan jalan keluarnya sehingga organisasi dapat meminimalkan ancaman tersebut.
Critical Success Factor (CSF)
Analisa CSF merupakan suatu ketentuan dari organisasi dan lingkungannya yang berpengaruh pada keberhasilan atau kegagalan. CSF dapat ditentukan jika objektif organisasi telah diidentifikasi. Tujuan dari CSF adalah menginterpretasikan objektif secara lebih jelas untuk menentukan aktivitas yang harus dilakukan dan informasi apa yang dibutuhkan.
Peranan CSF dalam perencanaan strategis adalah sebagai penghubung antara strategi bisnis organisasi dengan strategi SI-nya, memfokuskan proses perencanaan strategis SI pada area yang strategis, memprioritaskan usulan aplikasi SI dan mengevaluasi strategi SI, seperti terlihat pada gambar dibawah ini
McFarlan Strategic Grid
McFarlan strategic grid digunakan untuk memetakan aplikasi SI berdasarkan konstribusinya terhadap organisasi. Pemetaan dilakukan pada empat kuadran (strategic, high potential, key operation, and support). Dari hasil pemetaan tersebut didapat gambaran konstribusi sebuah aplikasi SI terhadap organisasi dan pengembangan dimasa mendatang (Ward and Griffith 1996).
Analisa Value Chain
Analisa Value Chain dilakukan untuk memetakan seluruh proses kerja yang terjadi dalam organisasi menjadi dua kategori aktivitas, yaitu aktivitas utama dan aktivitas pendukung. Mengacu pada dokumen organisasi yang menyebutkan tugas dan fungsi setiap unit kerja berdasarkan pengamatan yang dilakukan terhadap proses kerja yang terjadi di masing-masing unit kerja
Balanced Scorecard
Balanced Scorecard pertama kali dipublikasikan oleh Robert S. Kaplan dan David P. Norton pada tahun 1992 dalam sebuah artikel yang berjudul ”Balanced Scorecard – Measures That Drive Performance”. Balanced Scorecard pada awal diperkenalkan adalah merupakan suatu sistem manajemen penilaian dan pengendalian yang secara cepat, tepat, dan komprehensif dapat memberikan pemahaman kepada manajer tentang performance bisnis. Kaplan dan Norton telah memperkenalkan Balanced Scorecard pada tingkat organisasi enterprise. Prinsip dasar dari Balanced Scorecard ini adalah titik pandang penilaian sebuah perusahaan hendaknya tidak hanya dilihat dari segi finansial saja tetapi juga harus ditambahkan ukuran-ukuran dari perspsektif lainnya seperti tingkat kepuasaan customer, proses internal dan kemampuan melakukan inovasi.
Menurut Kaplan dan Norton, Balanced Scorecard didefinisikan sebagai berikut :
”…a set of measure that’s gives top manager a fast but comprehensive view of the business, includes financial measures that tell the results of actions already taken, complements the financial measures with operational measures on customer satisfaction, internal process and the organization’s innovation and improvements activities – operational measures that are the drivers of future financial performance”.
Balanced Scorecard lebih dari sekedar sistem pengukuran taktis atau operasional. Perusahaan yang inovatif menggunakan scorecard sebagai sistem manajemen strategis, untuk mengelola strategi jangka panjang dan menghasilkan proses manajemen seperti :
 
1. Memperjelas dan menerjemahkan visi dan strategi.
2. Mengkomunikasikan dan mengkaitkan berbagai tujuan dan ukuran strategis.
3. Merencanakan, menetapkan sasaran, dan menyelaraskan berbagai inisiatif strategis.
4. Meningkatkan umpan balik dan pembelajaran strategis.
 

Strategi Mengembangkan keunggulan kompetitif dengan mengurangi biaya atau menambah nilai

Perusahaan dapat menentukan sifat keunggulan kompetitif potensialnya yang dapat menciptakan kinerja unggul dengan mempelajari aktivitas yang dapat memberikan nilai bagi pelanggan dan ‘cost driver’ yang dapat menciptakan keunggulan biaya potensial(lebih murah dimata konsumen), Dengan melakukan hal berikut ini:

1. Mengidentifikasi keunggulan kompetitif (cost leadership atau differensiasi).
Analisis aktivitas ini dapat membantu manajemen untuk memahami secara lebih baik tentang keunggulan-keunggulan kompetitif yang dimiliki oleh perusahaan dalam rantai nila aktivitasnya secara keseluruhan dibandingkan dengan pesaing terdekatnya.
2. Mengidentifikasi peluang akan nilai tambah.
Analisis aktivitas nilai dapat membantu mengidentifiksi aktivitas dimana perusahaan dapat menambah nilai secaara signifikan untuk pelanggan.
3. Mengidentifikasi peluang untuk mengurangi biaya.
Studi terhadap aktivitas nilai dan cost driver dapat membantu perusahaan menentukan pada bagian mana dari value chain yang tidak kompetitif bagi perusahaan
Tujuan Pengembangan Sistem
• Performance (kinerja), dapat diukur dengan 2 parameter yaitu throughput dan respon time. Throughput adalah banyaknya transaksi yang dapat dilakukan pada suatu saat tertentu. Respon time adalah waktu yang terbuang pada saat perpindahan proses transaksi. Jadi peningkatan kenerja bertujuan untuk meningkatkan jumlah transaksi dengan waktu yang secepat mungkin.
• Information (Informasi), peningkatan kualitas dari informasi tersebut. Tentu saja kualitas dari informasi ini akan menentukan kebijakan dari organisasi tersebut.
• Economy, meningkatkan keuntungan dengan biaya yang minimum.
• Control (pengendalian), Digunakan untuk mengontrol atau mendeteksi adanya kesalahan-kesalahan pada suatu sistem.
• Efficiency (efisiensi), berbeda dengan ekonomis yang bertitik berat pada keuangan, efisiensi disini adalah pemanfaatan sumber daya semaksimal mungkin.
• Service, peningkatan layanan oleh sebuah sistem.

SYSTEMS ANALYSIS

AND DESIGN
Pengembangan sistem siklus hidup (SDLC) adalah proses memahami bagaimana sebuah
sistem informasi (IS) dapat mendukung kebutuhan bisnis, merancang sistem, membangun
, dan memberikan kepada pengguna. Jika Anda telah mengambil kelas pemrograman atau telah diprogram
Anda sendiri, ini mungkin kedengarannya cukup sederhana. Sayangnya, tidak.
Sebuah survei tahun 2004 oleh Standish Group menemukan bahwa hanya 28% dari proyek TI sukses
hari ini. Langsung kegagalan proyek TI-dibatalkan sebelum selesai-terjadi di
18% dari semua proyek TI. Sayangnya, banyak sistem yang tidak ditinggalkan
dikirimkan ke pengguna akhir secara signifikan, biaya jauh lebih dari yang direncanakan, dan memiliki
fitur lebih sedikit dari yang direncanakan.
Kebanyakan dari kita ingin berpikir bahwa masalah ini hanya terjadi untuk “lain” orang
atau “lain” organisasi, tetapi mereka terjadi di sebagian besar perusahaan. sampling kegagalan proyek TI yang signifikan. Bahkan Microsoft memiliki sejarah kegagalan
dan jatuh tempo proyek (misalnya, Windows 1.0, Windows 95) .1
Meskipun kami ingin mempromosikan buku ini sebagai “peluru perak” yang akan
menjaga Anda dari mengalami gagal IS proyek, kita harus mengakui bahwa peluru perak
IS menjamin keberhasilan pembangunan tidak exist.2 Sebaliknya, buku ini akan memberikan
Anda dengan beberapa konsep dasar dan teknik praktis yang Anda
dapat digunakan untuk meningkatkan probabilitas keberhasilan.
Orang kunci dalam SDLC adalah analis sistem yang menganalisis bisnis
situasi, mengidentifikasi peluang untuk perbaikan, dan desain sebuah informasi
sistem untuk menerapkannya. Menjadi seorang analis sistem adalah salah satu yang paling menarik,
menarik, dan menantang pekerjaan di sekitar. Sebagai seorang analis sistem, Anda akan bekerja dengan
berbagai orang dan belajar bagaimana mereka melakukan bisnis. Khususnya, Anda akan bekerja
dengan tim analis sistem, programer, dan lain-lain pada misi umum.
Anda akan merasakan kepuasan melihat bahwa sistem Anda dirancang dan dikembangkan
membuat dampak bisnis yang signifikan, ketika mengetahui bahwa keterampilan unik Anda membantu
membuat itu terjadi.
Penting untuk diingat bahwa tujuan utama dari sistem analis
bukan untuk menciptakan sebuah sistem yang indah. Tujuan utama adalah untuk menciptakan nilai bagi
organisasi, yang untuk sebagian besar perusahaan berarti keuntungan meningkat (pemerintah
lembaga dan tidak-untuk organisasi nirlaba mengukur nilai berbeda). Banyak yang gagal
sistem ditinggalkan karena analis mencoba untuk membangun sistem yang indah
tanpa jelas memahami bagaimana sistem akan mendukung organisasi
tujuan, proses bisnis saat ini, dan sistem informasi lainnya untuk memberikan nilai.
Investasi dalam sistem informasi seperti investasi lain, seperti baru
alat mesin. Tujuannya tidak untuk mendapatkan alat ini, karena alat ini hanya berarti
berakhir, tujuannya adalah untuk memungkinkan organisasi untuk melakukan pekerjaan yang lebih baik sehingga dapat memperoleh
besar keuntungan atau melayani konstituen secara lebih efektif.
Buku ini akan memperkenalkan Anda kepada keterampilan dasar yang Anda butuhkan untuk menjadi sistem
analis. Ini adalah buku pragmatis yang membahas praktek-praktek terbaik dalam system pembangunan; itu tidak menyajikan survei umum pengembangan sistem yang
menghadapkan Anda untuk segala sesuatu tentang topik. Menurut definisi, analis sistem melakukan hal-hal
dan menantang cara saat bahwa organisasi bekerja. Untuk mendapatkan hasil maksimal dari ini
buku, Anda akan perlu untuk secara aktif menerapkan ide-ide dan konsep dalam contoh-contoh dan
“Turn Anda” latihan yang disajikan untuk pengembangan seluruh sistem Anda sendiri
proyek. Buku ini akan memandu Anda melalui semua langkah-langkah untuk memberikan

(yang kita sebut Seleksi CD) menerapkan langkah-langkah dalam satu proyek (mengembangkan Webbased
Sistem penjualan CD). Pada saat Anda selesai membaca buku ini, Anda tidak akan menjadi seorang ahli
analis, tetapi Anda akan siap untuk mulai membangun sistem untuk nyata.
Dalam bab ini, kami pertama kali memperkenalkan SDLC dasar bahwa IS proyek ikuti. ini
siklus hidup adalah umum untuk semua proyek, meskipun fokus dan pendekatan untuk setiap tahap
siklus hidup mungkin berbeda. Pada bagian berikutnya, kita membahas tiga fundamental berbeda
jenis metodologi (desain terstruktur, pengembangan aplikasi yang cepat,
dan tangkas pembangunan). Akhirnya, kami membahas salah satu aspek yang paling menantang
pengembangan sistem-kedalaman dan luasnya analis sistem harus memiliki keterampilan.
Saat ini, sebagian besar organisasi menggunakan tim proyek yang anggotanya membawa unik namun
keterampilan yang saling melengkapi. Bab ini ditutup dengan diskusi tentang peran kunci yang dimainkan
oleh anggota tim pengembangan sistem.

Pengembangan system siklus hidup

Dalam banyak hal, membangun sistem informasi adalah serupa dengan membangun rumah. Pertama,
rumah (atau sistem informasi) dimulai dengan ide dasar. Kedua, ide ini adalah
berubah menjadi gambar sederhana yang ditunjukkan kepada pelanggan dan halus (sering
melalui beberapa gambar, masing-masing meningkatkan di sisi lain) sampai pelanggan setuju
bahwa gambar menggambarkan apa yang dia inginkan. Ketiga, satu set cetak biru dirancang
yang menyajikan lebih banyak informasi rinci tentang rumah (misalnya, jenis
kran air, di mana jack telepon akan ditempatkan). Akhirnya, rumah dibangun
mengikuti cetak biru-dan seringkali dengan beberapa perubahan dan keputusan yang dibuat oleh
pelanggan sebagai rumah itu didirikan.
SDLC memiliki satu set sama dari empat fase mendasar: perencanaan, analisis,
desain, dan implementasi (Gambar 1-2). Proyek yang berbeda mungkin menekankan berbeda
bagian dari SDLC atau pendekatan fase SDLC dengan cara yang berbeda, tetapi semua proyek
memiliki unsur-unsur dari empat fase. Setiap fase itu sendiri terdiri dari serangkaian
langkah-langkah, yang mengandalkan teknik yang menghasilkan kiriman (dokumen tertentu
dan file yang memberikan pemahaman tentang proyek).
Sebagai contoh, ketika Anda melamar untuk masuk ke universitas, ada beberapa
fase yang semua siswa melalui: pengumpulan informasi, menerapkan, dan menerima.
Masing-masing fase memiliki langkah-langkah: pengumpulan informasi meliputi langkah-langkah seperti mencari
untuk sekolah, meminta informasi, dan membaca brosur. Siswa kemudian menggunakan teknik
(Misalnya, pencarian di Internet) yang dapat diterapkan langkah-langkah (misalnya, meminta informasi)
untuk membuat kiriman (misalnya, evaluasi aspek yang berbeda dari universitas).
menunjukkan bahwa fase SDLC dan melanjutkan langkah-langkah dalam jalur logis
dari awal sampai akhir. Dalam beberapa proyek, ini benar, tetapi dalam banyak proyek, proyek
tim bergerak melalui langkah-langkah berurutan, bertahap, iteratif, atau di lain
pola. Pada bagian ini, kami menjelaskan pada tingkat yang sangat tinggi fase, langkah, dan beberapa
teknik yang digunakan untuk menyelesaikan langkah-langkah. Kita harus menekankan bahwa,
dalam praktek, organisasi dapat mengikuti salah satu dari banyak variasi pada SDLC keseluruhan.
Untuk saat ini, ada dua poin penting untuk memahami tentang SDLC. Pertama,
Anda harus mendapatkan pengertian umum dari fase dan langkah-langkah yang IS proyek bergerak melalui
dan beberapa teknik yang menghasilkan kiriman tertentu. Kedua, adalah penting
untuk memahami bahwa SDLC adalah proses penyempurnaan bertahap. Kiriman
dihasilkan dalam tahap analisis memberikan gambaran umum tentang bentuk baru
sistem. Ini kiriman digunakan sebagai masukan untuk tahap desain, yang kemudian memurnikan mereka untuk menghasilkan satu set kiriman yang menggambarkan dalam hal rinci jauh lebih
persis bagaimana sistem akan dibangun. Ini kiriman pada gilirannya digunakan dalam
tahap implementasi untuk menghasilkan sistem yang sebenarnya. Setiap fase memurnikan dan menguraikan
pada pekerjaan dilakukan sebelumnya

The Traditional System Development Life Cycle

Pengembangan Sistem Life Cycle Tradisional Ada sejumlah langkah penting dalam penciptaan sistem, terlepas dari pendekatan mana yang Anda gunakan. Anda dapat memilih untuk mengabaikan beberapa langkah-langkah dan menggabungkan orang lain, tetapi semua perlu dipertimbangkan. Pengembangan sistem tradisional siklus hidup (SDLC) membuat semua langkah eksplisit. Pada tingkat tertinggi, ada tiga langkah: Analisis Desain dan Implementasi konstruksi (dan Operasi terus)
 
Objek Oriented
Analysis and Design (OOAD)
 
Menurut Mathiassen Object-
Oriented Analysis and Design
(OOAD) adalah metode untuk

menganalisa dan merancang system dengan pendekatan berorientasi object. Object diartikan sebagai suatu entitas yang memiliki identitas, state, dan

behavior. Pada analisa, identitas sebuah object menjelaskan bagaimana seorang user membedakannya dari object lain, dan behavior object digambarkan melalui event yang dilakukannya. Sedangkan pada perancangan, identitas sebuah object digambarkan dengan
cara bagaimana object lain mengenalinya sehingga dapat diakses, dan behavior object digambarkan dengan operation yang dapat dilakukan object tersebut yang dapat mempengaruhi object lain dalam sistem.
 
Information Systems Stages
 
1. Strategy
 
Tahap pertama dalam pengembangan produk pemrograman Definisi Strategi.

Pada tahap ini kegiatan, maka perlu untuk melakukan hal berikut:

     * Jelas mendefinisikan komunikasi pada tingkat perusahaan Anda – PanonSoft
     * Mengintegrasikan dokumen sebelumnya dan rencana di satu tempat dengan tujuan yang jelas – sistem definisi fungsi umum

Hasil dari tahap kegiatan akan:

     * Jelas bekerja-rencana untuk Workflow bisnis yang akan digunakan untuk analis bisnis dan profesional TI
     * Penjelasan masalah tidak logis dan definisi metode komunikasi
     * Membuat Dokumentasi Perusahaan Strategi Anda sesuai dengan yang analisis dan desain sistem program anda akan lebih dibuat.
     * Menentukan perangkat lunak di mana dasar dan aplikasi akan dibuat

 
2. Analysis
 
Tahap kedua dalam mendefinisikan produk perangkat lunak adalah analisis rinci dari fisik (nyata) perilaku sistem, definisi kebutuhan pengguna, serta desain konseptual.

Prosedur analisis itu sendiri dilakukan oleh PanonSoft di ORACLE – KASUS (Oracle9Designer) alat:

     * Fungsi Hirarki Diagrammer
     * Dataflow Diagrammer
     * Entity Relationship Diagrammer

Hasil dari tahap kegiatan adalah:

     * Fungsional dekomposisi dari sistem nyata dan definisi fungsi
     * Pemodelan aliran data dalam sistem
     Pemodelan database *, menentukan entitas dan konektor

 
3. Design
 
Setelah berhasil menyelesaikan dua tahap pertama sebagian besar pertanyaan awal

Dan perubahan akan diperhitungkan. Desain Aplikasi dapat berlangsung.

Lagi untuk konsistensi dengan tugas sebelumnya dan masa depan PanonSoft menggunakan alat ORACLE Designer: Oracle Database Desain Transformer, Oracle Aplikasi Desain Transformer dan Editor Desain Oracle.

Dalam tahap Desain aplikasi tugas berikut wajib:

     * Model database logis sebagai akibat dari Strategi dan tahap Analisa
     * Baik tuning fungsi bisnis yang akan digunakan dalam Membangun / fase Uji
     * User Interface seperti Layar / Laporan

Desain panggung hasil:

     * Yang jelas dan ringkas proyek dokumentasi yang dapat digunakan dalam perbaikan sistem masa depan
     * Modular pendekatan untuk fleksibilitas sistem ditambahkan dalam kasus perubahan masa depan dalam logika bisnis atau layanan tambahan
     * Bisnis / Proyek tugas definisi
     * Proyek waktu dengan akurasi (+ / -10%)
     * Proyek harga berdasarkan total proyek Man Waktu berlalu Hari
     * Jumlah pertanyaan terhadap manajemen puncak klien akan dikurangi menjadi minimal

Kesimpulan: Untuk membuat baik penggunaan struktur modular, mendefinisikan antarmuka tidak cukup, proses desain harus didasarkan pada pemisahan keprihatinan, dengan mengelompokkan fungsi dalam modul sedemikian rupa sehingga saling ketergantungan mereka adalah diminimalkan. Seperti hasil pengelompokan dalam antarmuka yang kurang kompleks untuk modul.

 
4. Development
 
Ada sejumlah pendekatan yang berbeda untuk pengembangan sistem; kriteria untuk memilih pendekatan tergantung pada faktor-faktor penting seperti kendala waktu, kompleksitas kebutuhan dan / atau ketidakpastian, dengan kemungkinan konsekuensi perlunya pendekatan inkremental. Dengan masing-masing pendekatan akan ada serangkaian langkah-langkah iteratif di mana persyaratan spesifikasi diterjemahkan dari kebutuhan sistem informasi ke TI persyaratan, diuji untuk kebugaran untuk tujuan dan kegunaan dan akhirnya diimplementasikan sebagai sebuah sistem operasional. Mungkin ada prototipe dan / atau pilot, pengembangan bisa dalam tahap tambahan atau komponen diskrit sebagai modul regardles alat pengembangan dan teknologi yang digunakan: Oracle, SQL, Pl-Sql, PHP, MySql, HTML, SqlServer, ASP, ASP.NET , Linux, MSWindows, Java, flash, C #, C + +, JSP …

5. Test
Sisi kanan dari diagram V di atas merupakan tahap pengujian sistem yang dikembangkan terhadap tingkat yang berbeda dari spesifikasi, bekerja dari tingkat terendah kembali ke atas. Langkah terakhir adalah untuk sistem lengkap untuk diuji terhadap pernyataan masalah untuk memastikan bahwa memenuhi kebutuhan bisnis

Kesimpulan: Ini adalah tahap pengembangan sistem yang terdiri dari serangkaian tes yang dirancang untuk menunjukkan kepada pengguna bahwa semua persyaratan yang ditentukan telah terpenuhi. Tujuan dari pengguna akhir pengujian penerimaan adalah untuk mengkonfirmasi bahwa sistem ini siap untuk penggunaan operasional.

Dalam prakteknya, persyaratan spesifikasi mungkin berubah selama proses pengembangan sistem. Beberapa persyaratan dalam spesifikasi asli tidak mungkin dilaksanakan karena kendala biaya atau waktu, atau karena solusi yang lebih efisien telah dicapai. Perbaikan persyaratan mungkin telah diidentifikasi yang tidak mendasar mengubah ruang lingkup sistem.

Tes penerimaan biasanya menyelidiki fungsi yang benar dalam menangani data, ketahanan sistem untuk masukan yang salah, kinerja, atribut kualitas seperti kegunaan dan dokumentasi. Kami juga membangun prosedur untuk menangani perubahan selama kehidupan operasional sistem, untuk mengatasi setiap kesalahan residu dan kebutuhan untuk perbaikan dari waktu ke waktu.

6. Software Release and Installation

Pada fase rilis, sistem dan semua produk terkait ditransfer ke klien atau pengguna. Kegiatan meliputi instalasi dan konfigurasi sistem dalam lingkungan operasional, pengujian instalasi dan kualifikasi, pelatihan pengguna sistem, dan pengujian penerimaan formal oleh pengguna.

7. Application Maintenance

Pemeliharaan perangkat lunak dimulai segera setelah sistem telah dirilis untuk pengguna untuk pertama kalinya dalam kasus tambahan, perkembangan evolusi, atau spiral. Kemudian mencakup modifikasi rilis berikutnya dari sistem.

Pada saat perawatan perangkat lunak, satu set komponen sistem di tempat, sistem telah diuji dan diterima untuk penggunaan operasional, operator telah dilatih, dan dukungan logistik telah diatur. Data yang terakumulasi dalam database sistem sebagai akibat dari penggunaan operasional. Tim dukungan PanonSoft mengadopsi model pengiriman global yang unik untuk dukungan, yang mengambil keuntungan dari diferensial zona waktu untuk meningkatkan sistem yang ada tanpa mempengaruhi downtime dalam operasi itu.

8. Software Decommission
Ketika sistem selesai masa tugasnya kegunaannya, itu dinonaktifkan. Sistem ini dihapus dari lingkungan operasional, dan produk kerja sistem dan data yang diarsipkan dengan cara yang tepat.
9. Documentation
Dokumentasi kegiatan harus dilakukan sepanjang siklus hidup sistem – ini dibangun ke dalam semua tahapan IS produk dan jasa dan juga digunakan dalam semua langkah yang disebutkan di atas termasuk Pengguna Akhir Pelatihan.
Kelayakan sistem

Technical Feasibility

Dalam kelayakan teknis masalah berikut dipertimbangkan.

     * Apakah teknologi yang dibutuhkan tersedia atau tidak
     * Apakah sumber daya yang diperlukan tersedia –

       – Tenaga Kerja-programer, penguji & debugger

       – Software dan hardware

Setelah kelayakan teknis didirikan, penting untuk mempertimbangkan faktor-faktor moneter juga. Karena mungkin terjadi bahwa mengembangkan sistem tertentu mungkin secara teknis mungkin, tapi mungkin memerlukan investasi besar dan manfaat mungkin kurang. Untuk mengevaluasi ini, kelayakan ekonomi dari sistem yang diusulkan dilakukan.

 

Economic Feasibility

Untuk sistem apapun jika manfaat yang diharapkan sama atau melebihi biaya yang diharapkan, sistem dapat dinilai layak secara ekonomis. Dalam kelayakan ekonomi, analisis biaya manfaat dilakukan di mana biaya dan manfaat yang diharapkan dievaluasi. Analisis ekonomi yang digunakan untuk mengevaluasi efektivitas dari sistem yang diusulkan.

Dalam kelayakan ekonomi, yang paling penting adalah analisis biaya-manfaat. Seperti namanya, itu adalah analisis biaya yang akan dikeluarkan dalam sistem dan manfaat diturunkan keluar dari sistem. Klik pada link di bawah ini yang akan membawa Anda ke halaman yang menjelaskan apa analisis biaya manfaat dan bagaimana Anda dapat melakukan analisis biaya manfaat.

 

Operational Feasibility

Kelayakan operasional terutama berkaitan dengan isu-isu seperti apakah sistem akan digunakan jika dikembangkan dan diimplementasikan. Apakah akan ada resistensi dari pengguna yang akan mempengaruhi manfaat aplikasi yang mungkin? Pertanyaan-pertanyaan penting yang membantu dalam pengujian kelayakan operasional sistem adalah sebagai berikut.

     * Apakah dukungan manajemen proyek?
     * Apakah pengguna yang tidak senang dengan praktek bisnis saat ini? Akan mengurangi waktu (operasi) jauh? Jika ya, maka mereka akan menyambut perubahan dan sistem baru.
     * Memiliki pengguna telah terlibat dalam perencanaan dan pengembangan proyek? Keterlibatan awal mengurangi kemungkinan resistensi terhadap sistem baru.
     * Apakah sistem yang diusulkan benar-benar bermanfaat bagi organisasi? Apakah meningkatkan respon secara keseluruhan? Akan akses informasi akan hilang? Apakah efek sistem pelanggan dengan cara yang cukup?

 

Legal Feasibility

Ini mencakup studi tentang kontrak, kewajiban, pelanggaran, dan perangkap hukum lainnya sering tidak diketahui oleh staf teknis.
Mengembangkan aplikasi TI adalah investasi. Karena setelah mengembangkan aplikasi yang menyediakan organisasi dengan keuntungan. Keuntungan dapat moneter atau dalam bentuk suatu lingkungan kerja yang baik. Namun, membawa risiko, karena dalam beberapa kasus perkiraan bisa salah. Dan proyek mungkin tidak benar-benar berubah menjadi menguntungkan.

Analisis biaya manfaat membantu untuk memberikan manajemen gambaran, manfaat biaya dan risiko. Ini biasanya melibatkan membandingkan alternatif investasi.

Menentukan biaya manfaat manfaat dan penghematan yang diharapkan dari sistem dan membandingkan mereka dengan biaya yang diharapkan.

Biaya sistem informasi melibatkan biaya pembangunan dan biaya pemeliharaan. Biaya pengembangan adalah salah satu investasi waktu sedangkan biaya pemeliharaan berulang. Biaya pembangunan pada dasarnya adalah biaya yang dikeluarkan selama berbagai tahap pengembangan sistem.

Setiap fase dari siklus hidup memiliki biaya. Beberapa contoh adalah:

     * personil
     * peralatan
     * perbekalan
     * overhead
     * Konsultan ‘biaya

 
 
 Human factor Feasibility
 System analys
 
Istilah ini memiliki banyak arti yang berbeda. Dalam arti diadopsi untuk Buku Pegangan, analisis sistem adalah suatu penyelidikan formal yang eksplisit dilakukan untuk membantu seseorang (disebut sebagai pembuat keputusan) mengidentifikasi program yang lebih baik dari tindakan dan membuat keputusan yang lebih baik daripada mungkin sebaliknya telah dibuat. Atribut karakteristik dari suatu situasi masalah dimana sistem analisis dipanggil adalah kompleksitas masalah dan ketidakpastian hasil dari setiap tindakan yang mungkin diambil cukup. Analisis sistem biasanya memiliki beberapa kombinasi dari berikut ini: identifikasi dan re-identifikasi) tujuan, kendala, dan program alternatif tindakan; pemeriksaan konsekuensi kemungkinan alternatif dalam hal biaya, manfaat, dan risiko, presentasi hasil di kerangka komparatif sehingga pembuat keputusan dapat membuat pilihan informasi dari antara alternatif. Penggunaan khas dari analisis sistem adalah untuk menuntun keputusan tentang isu-isu seperti rencana nasional atau perusahaan dan program-program, penggunaan sumber daya dan kebijakan perlindungan, penelitian dan pengembangan dalam teknologi, pembangunan daerah dan perkotaan, sistem pendidikan, dan? Alth dan layanan sosial lainnya. Jelas, sifat dari masalah ini membutuhkan pendekatan interdisipliner. Ada beberapa jenis yang spesifik atau fokus analisis sistem yang berbeda digunakan istilah: Sebuah analisis sistem terkait dengan keputusan publik sering disebut sebagai ANALISIS KEBIJAKAN (di Amerika Serikat istilah yang digunakan secara bergantian). Sebuah analisis sistem yang berkonsentrasi pada perbandingan dan peringkat alternatif atas dasar karakteristik mereka dikenal adalah disebut sebagai analisis keputusan.

Bagian atau aspek dari analisis sistem yang berkonsentrasi pada mencari tahu apakah kursus dimaksudkan tindakan melanggar kendala disebut sebagai analisis KELAYAKAN. Sebuah analisis sistem di mana alternatif yang peringkat dalam hal efektivitas biaya tetap atau dalam hal biaya untuk efektivitas yang sama disebut sebagai EFEKTIVITAS BIAYA analisis. BIAYA-MANFAAT ANALISIS merupakan studi dimana untuk setiap alternatif aliran waktu biaya dan waktu aliran manfaat (baik dalam satuan moneter) didiskontokan (se tingkat DISKON?) Untuk menghasilkan nilai sekarang mereka. Perbandingan dan peringkat yang dibuat dalam hal manfaat bersih (keuntungan dikurangi biaya) atau rasio manfaat biaya. Risiko-MANFAAT ANALISIS, biaya (dalam satuan moneter) ditugaskan untuk setiap risiko sehingga memungkinkan perbandingan dari jumlah potongan biaya-biaya (dan biaya lainnya) dengan jumlah diskon manfaat yang diperkirakan hasil dari keputusan tersebut. Risiko biasanya dianggap peristiwa yang kemungkinan terjadinya rendah, tapi konsekuensi yang merugikan yang akan menjadi penting (misalnya, peristiwa seperti gempa bumi atau ledakan pabrik).

 
PENDEKATAN SISTEM
 
Pemecahan Masalah
Ø  Masalah : Suatu kondisi yang memiliki potensi untuk menimbulkan kerugian atau keuntungan luar biasa.
Ø  Pemecahan Masalah : Tindakan memberi respon terhadap masalah untuk mengatasi akibat buruknya atau memanfaatkan peluang keuntungan.
 
Masalah tidak terstruktur                  = Manajer
Masalah Terstrktur                            = Komputer
Masalah Semi Terstruktur                  = Manajer & Komputer
 
Ø  Pentingnya pemecahan masalah didasarkan pada konsekuensinya bukan jumlah waktu.
Ø  Keputusan : Pemilihan suatu strategi atau tindakan
Ø  Pengambilan Keputusan : Tindakan memilih strategi/ aksi yang manajer yakini akan memberikan solusi tebaik atas masala
Ø  Gejala : Kondisi yangdihasilkan oleh masalah.
Ø   Gejala menyerupai puncak gunung Es = Manajer harus mencari penyebab masalah dibalik gejala.
Ø  Suatu masalah adalah penyebab dari sutu persoalan atau penyebab dari suatu peluang
Struktur Masalah
  1. Masalah Terstruktur: Terdiri dari elemen dan hubungan-hubungan antar elemen yang dapat dipahami oleh pemecah masalah.
  2. Masalah tak Terstruktur: Terdiri dari elemen atau hubungan-hubungan antar elemen yang tidak dipahami oleh pemecah masalah.
  3. Masalh Semi terstruktur : Masalh yang berisi sebagian elemen atau hubungan antar elemen yang dimengerti oleh pemecah masalah.
 
Pendekatan Sistem
= Merupakan Serangkaian langkah-langkah pemecahan masalah yang memastikan bahwa masalah dipahami, solusi alternative dipertimbangkan dan solusi yang dipilih bekerja.
 
Tahap dan Langkah Pendekatan Sistem
  1. Usaha Persiapan
Mempersiapkan manajer untuk memecahkan masalah = menyediakan orientasi sistem. Langkah :
ü  Memandang perusahaan sebagai suatu sistem = menggunakan model sistem umum perusahaan.
ü  Mengenali sistem lingkungan = menempatkan perusahaan sebagai suatu sistem dalam lingkungannya.
ü  Mengidentifikasi subsistem perusahaan = subsistem sebagai bentuk area-area fungsional, tingkat-tingkat manajemen sebagai subsitem, arus sumber daya sebagai dasar membagi perusahaan menjadi subsistem.
 
  1. Usaha Definisi
Identifikasi masalah : Suatu masalah ada atau akan ada.
Pemahaman masalah : mempelajari untuk mencari solusi
Pemicu masalah : sinyal umpan balik yang menunjukkan hal-hal lebih baik atau buruk. Langkah :
ü  Bergerak dari tingkat sistem ke subsistem : Tiap tingkatan manajemen adalah suatu subsistem.
Yang dilakukan oleh seorang manajer : mempelajari posisi sistem dihubungkan dengan lingkungan, menganalisis sistem menurut subsistem-subsistem.
ü  Menganalisis bagian sistem dalam urutan tertentu. Pada saat mempelajari tiap tingkat system, elemen-elemen sistem dianalisis secara berurutan :
a.    Mengevalusai standar : Standar harus sah, realistic, dimengerti, terukur.
b.    Membandingkan output sistem dengan standar
c.    Mengevaluasi Manajemen
d.    Mengevaluasi pemrosesan Informasi
e.    Mengevaluasi input dan sumber daya input
f.    Mengevaluasi proses tranformasi
g.    Mengevaluasi sumber daya output
  1. Usaha Solusi
ü  Mengidentifikasi solusi alternative
Manajer harus mengidentifikasi bermacam-macam cara untuk memecahkan permasalahan yang sama. Contoh : computer tidak dapat menangani volume aktifitas kegiatan perusahaan, alternatifnya : menambah computer, mengganti computer, mengganti dengan jarinagan computer.
ü  Mengevaluasi solusi alternative : mempertimbangkan kerugian dan keuntungan dari setiap alternative
ü  Memilih solusi terbaik : mengambil satu alternative
ü  Menerapkan solusi terbaik
ü  Membuat tindak lanjut untuk memastikan bahwa solusi itu efektif : Manajer harus memastikan solusi mencapai kinerja yang direncanakan.
 
Faktor Pribadi Yang mempengaruhi Pemecahan Masalah
Tiap manajer memiliki gaya pemecahan masalah yang unik, gaya ini dapat mempengaruhi dalam :
  1. Merasakan masalah
  2. Mengumpulkan Informasi
  3. Menggunakan Informasi
 
Pendekatan sistem dalam perspektif
Hal yang diperhatikan :
 1. Pendekatan sistem sebenarnya hanyalah akal sehat
 2. Pendekatan sistem hanyalah satu cara memecahkan suatu masalah
 3. Pendekatan sistem adalah metodologi system dasar
21*Studi organisasi, termasuk:
_ Struktur manajemen
_ orang
_ Kegiatan usaha
_ Lingkungan sistem
   masukan dokumen, pemrosesan, output, penyimpanan dan kontrol
 
22. * Konstruksi model logis dari sistem saat ini
* Logis model: sebuah cetak biru dari apa sistem saat ini tidak
 
23. Informasi deternine kebutuhan bisnis yang spesifik
_ Menentukan jenis informasi setiap kegiatan usaha memerlukan
_ Menentukan pengolahan informasi setiap aktivitas sistem diperlukan untuk memenuhi kebutuhan tersebut
 
27. ngat pelanggan – website yang sukses yang dibangun semata-mata untuk pelanggan, bukan untuk membuat perusahaan wakil presiden senang
_ Estetika – desain yang sukses menggabungkan kecepatan loading palet grafis dan simplecolour untuk halaman yang mudah dibaca
_ Broadband kontes – barang keren Web tidak dapat accesed peselancar web byy jangan membuatnya fokus dari situs
31. * Adalah profesional memainkan peran konsultan
* Dan pengguna tidak pengembangan / nya aplikasi sendiri
* Kontras dalam siklus kehidupan tradisional
_ Pengguna akhir adalah pelanggan
_ Profesi adalah apakah pengembangan
 
 
39. * harus memperoleh perangkat keras dan perangkat lunak
* Bagaimana kita mengevaluasi dan pilih
* Perusahaan dapat meminta pemasok untuk mempresentasikan tawaran dan proposal
* Mungkin skor producs berbeda:
_ Menentukan faktor-faktor evaluasi
_ Menetapkan setiap poin produk di masing-masing faktor
_may memerlukan tes benchmark
* Mensimulasikan pemrosesan tugas dan kinerja evuates…………
 
40. kinerja
keandalan
teknologi
ergonomi
skalabilitas
perangkat lunak
dukungan
 
41. kualitas
efisiensi
fleksibilitas
keamanan
konektivitas
pemeliharaan
dokumentasi
hardware
42. mengembangkan website perusahaan
* Instalasi atau konversi perangkat keras atau perangkat lunak
* Pelatihan karyawan
* Pemeliharaan perangkat keras
* Sistem integrasi
* Desain sistem
* Kontrak pemrograman
* Layanan konsultasi
43. inerja
* Pengembangan sistem
* pemeliharaan
* konversi
* pelatihan
* backup
* aksesibilitas
* Bisnis Posisi
* hardware
* perangkat lunak
 
44. Pengujian dan debug software
* Pengujian kinerja situs
* Pengujian perangkat keras baru
* Meninjau prototipe menampilkan, laporan dan output lainnya
 
45. * Mengkonversi elemen data dari database lama ke database baru
* Mengoreksi data yang tidak benar
* Menyaring data yang tidak diinginkan
* Mengkonsolidasikan beberapa data dari database
* mengorganisir data ke subset data baru
penting dari konversi data
* Data tidak benar terorganisir dan diformat penyebab utama kegagalan dalampelaksanaan sistem baru
 
46. Mengidentifikasi sumber data:
_ Internal yang sumber
_ Eksternal sumber
* Mengumpulkan data:
_ wawancara
_ Pengamatan langsung
_ quetionnaires
47.  Pemodelan data: entitas diagram hubungan
* Kegiatan pemodelan:
_ Data flow diagram
       simbol: aliran data garis, proses, entitas, data, menyimpan
* Aplikasi diagram alur
* Kotak grafik
* Kasus alat
48. * Dokumentasi pengguna:
data sampel layar entri, form, laporan
* Sistem dokumentasi
– Komunikasi antara peopleresponsible untuk mengembangkan, menerapkan dan memelihara sistem
_important dalam mendiagnosis kesalahan dan melakukan perubahan
49. Pengguna akhir harus dilatih untuk mengoperasikan sistem baru
* Mendidik para manajer dan pengguna akhir dalam bagaimana dampak teknologi baruoperasi bussines perusahaan dan manajemen
 
 
50.  Mematikan sistem lama
* Menyalakan sistem baru
* Langsung adalah metode paling mahal
* Metode rikiest
 
51.  Sistem baru dan lama dijalankan secara bersamaan
* Sampai pengguna akhir dan koordinator proyek puas bahwa sistem baru ini fungsionaldengan benar
* Resiko rendah
* Tertinggi pantai metode: melakukan semua fungsional dengan Sytem baik
52.  Ketika sistem baru dipasang di beberapa lokasi
* Mengkonversi ke sistem baru di lokasi tunggal
* Setelah selesai di lokasi percontohan
– Mengevaluasi dan membuat perubahan yang diperlukan
 
53.  Inkremental pendekatan untuk konversi
* Membawa sistem baru sebagai serangkaian komponen fungsional
* Menurunkan resiko
* Mengambil waktu yang paling
 
54. * Korektif: memperbaiki bug dan kesalahan logis
* Adaptif: menambahkan fungsi baru untuk mengakomodasi perubahan dalam bisnis atau lingkungan
* Perfektif: meningkatkan kinerja
* Preventif: mengurangi kemungkinan kegagalan
 
55. * Memastikan sistem baru memenuhi tujuan bisnis
* periodik meninjau atau audit
 
56. Sistem baru melibatkan perubahan organisasi utama
* Mengelola perubahan untuk
_ Proses bisnis
_ Struktur organisasi
Peran manajerial _
_ Pekerjaan tugas
_ Pemangku kepentingan hubungan
 
57. * Cara baru dalam melakukan sesuatu menghasilkan resistensi
* Kunci untuk memecahkan ‘IS’
_ Keterlibatan pengguna dalam perubahan organisasi dan pengembangan sistem baru
* Keterlibatan pengguna
_ Pengguna akhir pada tim pengembangan sistem
_ Pengguna akhir kepemilikan sistem baru
 
58. * Melibatkan banyak orang mungkin dalam perencanaan dan pengembangan aplikasi
* Membuat perubahan konstan bagian yang diharapkan dari budaya
* Memberitahu semua orang sebanyak mungkin tentang segala sesuatu sesering mungkin
* Memanfaatkan liberal incentivies keuangan dan pengakuan
* Bekerja dalam cukture perusahaan, bukan sekitarnya
 
 
Definisi Sistem
LUDWIG VON BARTALANFY. 
• Sistem merupakan seperangkat unsur yang saling terikat dalam suatu antar relasi diantara unsur-unsur tersebut dengan lingkungan. 
ANATOL RAPOROT. 
• Sistem adalah suatu kumpulan kesatuan dan perangkat hubungan satu sama lain.
L. ACKOF. 
• Sistem adalah setiap kesatuan secara konseptual atau fisik yang terdiri dari bagian-bagian dalam keadaan saling tergantung satu sama lainnya. 
Syarat – Syarat Sistem
1. Sistem harus dibentuk untuk menyelesaikan tujuan. 
2. Elemen sistem harus mempunyai rencana yang ditetapkan. 
3. Adanya hubungan diantara elemen sistem. 
4. Unsur dasar dari proses (arus informasi, energi dan material) lebih penting dari pada elemen sistem. 
5. Tujuan organisasi lebih penting dari pada tujuan elemen. 

Secara Garis Besar, Sistem dibagi menjadi 2:
a. SISTEM FISIK ( PHYSICAL SYSTEM ): 
• Kumpulan elemen-elemen/ unsur-unsur yang saling berinteraksi satu sama lain secara fisik serta dapat diidentifikasikan secara nyata tujuan – tujuannya. 
Contoh : 
Sistem transportasi, elemen : petugas, mesin, organisasi yang menjalankan transportasi.
Sistem Komputer, elemen : peralatan yang berfungsi bersama-sama untuk menjalankan pengolahan data.
b. SISTEM ABSTRAK ( ABSTRACT SYSTEM): 
• Sistem yang dibentuk akibat terselenggaranya ketergantungan ide, dan tidak dapat diidentifikasikan secara nyata, tetapi dapat diuraikan elemennnya. 
Contoh : Sistem Teologi, hubungan antara manusia dengan Tuhan. 
Klasifikasi Sistem
A. DETERMINISTIK SISTEM. 
• Sistem dimana operasi-operasi (input/output) yang terjadi didalamnya dapat ditentukan/ diketahui dengan pasti. 
Contoh : 
Program komputer, melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.
Sistem penggajian.
B. PROBABILISTIK SISTEM.
• Sistem yang input dan prosesnya dapat didefinisikan, tetapi output yang dihasilkan tidak dapat ditentukan dengan pasti; (Selalu ada sedikit kesalahan/penyimpangan terhadap ramalan jalannya sistem). 
Contoh : 
– Sistem penilaian ujian 
– Sistem pemasaran. 
C. OPEN SYSTEM
• Sistem yang mengalami pertukaran energi, materi atau informasi dengan 
lingkungannya. Sistem ini cenderung memiliki sifat adaptasi, dapat menyesuaikan 
diri dengan lingkungannya sehingga dapat meneruskan eksistensinya. 
Contoh : 
Sistem keorganisasian memiliki kemampuan adaptasi. (Bisnis dalam menghadapi persaingan dari pasar yang berubah. Perusahaan yang tidak dapat menyesuaikan diri akan tersingkir)

D. CLOSED SYSTEM
a. Sistem fisik di mana proses yang terjadi tidak mengalami pertukaran materi, energi atau informasi dengan lingkungan di luar sistem tersebut. Contoh : – reaksi kimia dalam tabung berisolasi dan tertutup. 

E. RELATIVE CLOSED SYSTEM
• Sistem yang tertutup tetapi tidak tertutup sama sekali untuk menerima pengaruhpengaruh lain. Sistem ini dalam operasinya dapat menerima pengaruh dari luar yang sudah didefinisikan dalam batas-batas tertentu 
Contoh : 
Sistem komputer. (Sistem ini hanya menerima masukan yang telah ditentukan sebelumnya, mengolahnya dan memberikan keluaran yang juga telah ditentukan sebelumnya. tidak terpengaruh oleh gejolak di luar sistem). 

F. ARTIFICIAL SYSTEM
a. Sistem yang meniru kejadian dalam alam. Sistem ini dibentuk berdasarkan kejadian di alam di mana manusia tidak mampu melakukannya. Dengan kata lain tiruan yang ada di alam. 
i. Contoh : 
1. Sistem AI, yaitu program komputer yang mampu membuat computer seolah-olah berpikir.
2. Sistem robotika.
3. Jaringan neutral network.

G. NATURAL SYSTEM
a. Sistem yang dibentuk dari kejadian dalam alam. 
Contoh : – laut, pantai, atmosfer, tata surya dll. 

H. MANNED SYSTEM
• Sistem penjelasan tingkah laku yang meliputi keikut sertaan manusia. Sistem ini dapat digambarkan dalam cara-cara sebagai berikut : 
1. Sistem manusia-manusia. 
• Sistem yang menitik beratkan hubungan antar manusia. 
2. Sistem manusia-mesin. 
• Sistem yang mengikutsertakan mesin untuk suatu tujuan.

3. Sistem mesin-mesin
Sistem yang otomatis di mana manusia mempunyai tugas untuk memulai dan mengakhiri sistem, sementara itu manusia dilibatkan juga untuk memonitor sistem. 
Mesin berinteraksi dengan mesin untuk melakukan beberapa aktifitas. 
Pengotomatisan ini menjadikan bertambah pentingnya konsep organisasi, dimana manusia dibebaskan dari tugas-tugas rutin atau tugas-tugas fisik yang berat. 
Perancang sistem lebih banyak menggunakan metode ” Relatively Closed dan Deterministik Sistem “, karena sistem ini dalam pengerjaannya lebih mudah meramalkan hasil yang akan diperoleh dan lebih mudah diatur dan diawasi. 
Contoh : 
Pada bidang sistem informasi, faktor komputer dan program computer biasanya ” Relatively Closed dan Deterministik “, tetapi faktor manusia sebagai pengelolanya adalah ” Open dan Probabilistik Sistem “.

Manajemen proyek adalah penerapan pengetahuan, keterampilan, alat, dan teknik untuk
kegiatan proyek untuk memenuhi persyaratan proyek. Manajemen proyek dilakukan
melalui penggunaan 5 proses berikut:
Inisiasi
Perencanaan
Eksekusi
Pengendalian dan
Penutupan
Tim proyek mengelola berbagai kegiatan proyek, dan kegiatan
biasanya melibatkan:
Tuntutan untuk: ruang lingkup, waktu, biaya, risiko, dan kualitas.
Mengelola ekspektasi stakeholder.
Mengidentifikasi persyaratan.
Penting untuk dicatat bahwa banyak dari proses dalam manajemen proyek
iteratif di alam. Hal ini sebagian disebabkan oleh keberadaan dan perlunya
 
Pada artikel ini akan di bahas mengenai “ End User Computing”. Sebelum membahas lebih lanjut tentang End User Computing akan lebih baik jika kita mengetahui terlebih dahulu tentang pengertian dari End User Computing tersebut. Selama tahun- tahun terakhir ini ,banyak pemakai telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada para specialist informasi. Pendekatan ini dinamakan end-user computing atau EUC.
Pada artikel ini di jelaskan tentang End user computing, jenis end user computing, manajemen dari end user computing,aplikasi end user potensial,tahap pertumbuhan end user computing,factor yang mendorong end user computing,keuntungan dari end user computing,resiko dari end user computing, system informasi manajemen End user computing, dan strategi end user computing.Semoga isi dari artikel ini bisa bermanfaat bagi semua yang membaca sehingga dapat lebih mengetahui tentang “End User Computing”.
Selama tahun tahun terakhir ini ,banyak pemakai telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada para specialist informasi. Pendekatan ini dinamakan end-user computing atau EUC. Namun pemakai dapat menggunakan para specialist informasi untuk melaksanakan pekerjaan pengembangan atau untuk menjadi konsultan. Sejmlah perusahaan mula-mula menggunakan computer berusaha untuk menjastifikasi sistempengolahan data mereka berdasarkan biaya administrasi yang digantikan ,namun gagal untuk melaksanakan pemberhentian bagi pegawai -pegawai yang tidak diperlukan.
Keberhasilan yang lebih besar dicapai dalam usaha peningkatan efisiensi atau peningkatan pengembalian atau investasi. Sekarang sangat susah untuk menentukan nilai rupiah dari output subsystem CBIS berorientasi informasi seperti SIM, DSS, dan system berbasis pengetahuan. Sebaliknya, bobot yang lebih besar diberikan pada ukuran-ukuran subyektif. CBIS berkembang melalui tahap-tahap : perencanaan ,analisis, rancangan, penerapan dan penggunaan. Tahap-tahap ini disebut siklus hidup system dan dapat dilakukan oleh pemakainya sendiri atau pemakai bekerja sama dengan specialist informasi. Bahkan apabila system dikembangkan bersama-sama manajerlah yang bertanggung jawab atas tiap tahap siklus hidup system.
Komunikasi rantai tradisional
Siklus hidup system (book Raymon Macleod,Jr)
End-user computing
Tidak semua orang yang ikut serta dalam End-user computing (EUC) memiliki tingkat pengetahuan yang sama tentang komputer. Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) golongan berdasarkan tingkat kemampuan komputer mereka, yaitu :
1. Pemakai akhir tingkat menu (menu level end-users);
Sebagian end-users tidak mampu membuat perangkat lunak mereka sendiri, tetapi dapat berkomunikasi dengan perangkat lunak jadi dengan menggunakan menu-menu seperti yang ditampilkan oleh perangkat lunak berbasis windows dan Mac.
2. Pemakai akhir tingkat perintah (command level end-users);
Sebagian end-users memiliki kemampuan menggunakan perangkat lunak jadi yang lebih dari sekedar memilih menu. Mereka dapat menggunakan bahasa perintah dari perangkat lunak untuk melaksanakan operasi aritmatika dan logika pada data.
3. Pemakai akhir tingkat programmer (end-user programmers);
Sebagian end-users dapat menggunakan bahasa-bahasa pemrograman seperti BASIC, PASCAL, atau C++ dan dapat mengembangkan program-program yang disesuaikan dengan kebutuhan mereka sendiri.
4. Personil pendukung fungsional (functional support personnel).
Di sejumlah perusahaan, para spesialis informasi adalah anggota dari unit-unit fungsional, bukannya unit jasa informasi. Personil pendukung fungsional tersebut adalah spesialis informasi dalam arti sesungguhnya, tetapi mereka berdedikasi pada area pemakai tertentu dan melapor pada manajer fungsional mereka.
MANAJEMEN DARI END-USER COMPUTING
Bila CIO mempunyai pengaruh, sumber-sumber informasi perusahaan juga akan mengalami perubahan. Selama beberapa tahun, trend operasi pelayanan informasi terpusat telah berubah menjadi trend pendistribusian sumber-sumber komputerisasi keseluruh perusahaan, terutama dalam bentuk mikrokomputer.
Sebagian besar dari peralatan yang didistribusikan ini digunakan oleh pemakaian yang tidak mempunyai pemahaman komputer secara khusus. Aplikasi-aplikasi dari pemakai ini terdiri atas software tertulis yang telah dibuat oleh bagian unitpelayanan informasi atau diperoleh dari sumber-sumber luar. Namun demikian, ada juga pemakai yang hanya mengunakan komputer. Mereka ini juga mendisain dan mengimplementasikan aplikasinya sendiri.
Sekarang perusahaan dihadapkan pada tantangan untuk mengolah sumber-sumber informasi yang tersebar tersebut . dalam bagian in, kita akan meneliti gejal-gejalanya dan mencari beberapa cara yang dapat dilakukan oleh perusahaan agar ia dapat mencapai tingkat kontrol yang diharapkan.
JENIS END-USER COMPUTING
Salah satu study pertama mengenai end-user dilakukan pada tahun 1993 oleh John Rockart dari MIT dan Lauren S. Flannery, seorang mahasiswa jurusan MIT. Mereka menginterview 200 end-user ditujuh perusahaan dan menidentifikasi enam jenis, yaitu:
1. End-User Non-Pemrograman. Pemakai (user) ini hanya mempunyai pemahaman komputer yang sedikit atau mungkin tak punya sama sekali, dan ia hanya menggunakan sofware yang telah dibuat oleh orang lain. Ia berkomunikasi dengan hadware dengan bantuan menu dan mengandalkan orang lain untuk memberikan bantuan teknis.
2. User Tingkatan Perintah. Pemakai (user) ini menggunakan sofware tertulis yang telah tersedia, namun ia juga menggunakan 4GL untuk mengakses database dan membuat laporan khusus.
3. Progemmer End-User. Selain menggunakan sofware tertulis dan 4GL, pemakaian ini juga dapat menulis programnya sendiri dan menggunakan bahasa programan. Karena ia mempunyai pemahaman komputer yang lebih baik, ia biasanya menghasilkan informasi untuk pemakian non-programan dan pemakai tingkat perintah. Contoh pemakai jenis ini adalah aktuaris (penaksir), analis keuangan, dan insiyur.
4. Personel Pendukung Fungsional. Pemakai ini ditugaskan di unit fungsional perusahaan dan menangani penggunaan komputer. Ia mempunyai tingkatan sebagai ahli seperti yang ada di unit pelayanan informasi.
5. Personel Pendukung Komputerisasi End-User. Spesialis informasi ini ditugaskan di unit pelayanan informasi, namun membantu end-user dalam pengembangan sistem.
6. Programmer DP. Ia merupakan golongan programer khusus, yang ditugaskan di pelayanan informasi, yang diharapkan memberikan dukungan kepada end-user. Dukungan ini biasanya diberikan untuk menentukan harga kontrak.
Klasifikasi ini terlalu luas. Ia memasukkan pemakai yang tidak mempunyai pemahaman komputer (end-user non-pemrograman) dan pemakai yang merupakan spesialis informasi (personel pendukung profesional, personel pendukung komputerisasi end-user, dan pemrograman DP). Dua jenis yang terakhir seharusnya bahkan tidak termasuk ke dalam area pemakai.
Kita telah mnggunakan istilah end-user computing untuk menjelaskan pengembangan sistem berdasarkan komputer oleh orang yang mengunakan output dari sistem tersebut. Penekanannya adalah pada pengembangan. Hal yang sama juga dilakukan oleh Suzanna Rivard dari Ecole des Hautes etudes Commerciales, Montreal dan Sid L. Huff dari University of Western Ontario, dalam study mereka terhadap 272 end-user. Mereka membatasi klasifikasi mereka terhadap tiga kategoti tengah yang dikemukakan oleh Rockart dan Flannery:
User tingatan perintah
Pemrograman end-user
Personel pendukung fungsional
Hal ini nampaknya merupakan kesepakatan yang masuk akal, dan kita menganggapnya sebagai klasifikasi end-user. Ia tidak menyertakan pemakai yang tidak mempunyai kemampuan untuk mengembangkan sistemnya sendiri, dan juga spesialis informasi yang ditugaskan dalam unit pelayanan informasi, ia juga mengetahui, dengan memasukkan atau menyertakan personel pendukung fungsional, bahwa departemen pemakai dapat memperoleh spesialis komputernya sendiri.
Walaupun klasifikasi Rockart dan Flannery nampaknya terlalu luas untuk standar sekarang ini, namun studi mereka memberikan kontribusi yang penting bagi end-user computing, karena mereka mengungkapkan bahwa tak ada end-user khusus. Ada benyak jenisnya, tergantung pada tingkat pemahaman komputer dari pemakai, dan setiap jenis tersebut mempunyai kebutuhan sendiri-sendiri.
APLIKASI END-USER POTENSIAL
Nampaknya beralasan bila ada anggapan bahwa end-user lebih berusaha menerapkan aplikasinya untuk memenuhi kebutuhan informasinya sendiri atau kebutuhan informasi untuk unitnya, dari pada untuk kebutuhan informasi perusahaan. Oleh karena itu, end-user sebenarnya tidak mengembangkan aplikasi pemrosesan data, MIS, dan otomatisasi kantor, seperti voice mail dan video conferencing, sebab ia biasanya mengimplementasikan secara umum. Juga, end-user sebenarnya tidak boleh mengembangkan expert system karena sistem ini mempunyai sifat khusus.
Hal ini berarti bahwa end-user computing hanya terbatas pada aplikasi DSS dan otomatisasi kantor, seperti word processing, pengiriman elektronik, dan pengkalenderan elektronik, yang dapat disesuaikan dengan sekelompok kecil pemakai.
Dengan memahami aplikasi yang mana yang mungkin dikembangkan dan yang mungkin tidak bisa dikembangkan oleh end-user , maka hal ini akan menjadi teka-teki bagi arah perkembangan en-user computing. Ia membrikan indikasi mengenai bagaimana end-user dan spesialis informasi akan berdampingan dimasa mendatang.
TAHAP PERTUMBUHAN END-USER COMPUTING
Selama jangka waktu yang pendek ketika end-user computing telah mendapatkan popularitas, para pemakai dan aplikasi mereka menjadi lebih canggih. Kita telah melihat bagaimana Richard Nolan menggunakan tahapan siklus hidup untuk mendefinisikan evolusi jangka panjang penggunaan perusahaan dalam penggunaan komputer. Cara yang sama dapat dilakukan untuk mendeskripsikan evolusi end-user computing dalam perusahaan.
Sid Huff bersama dengan Malcolm Munro, profesor pada University of Calgary, dan Barbara Marin, seorang konsultan free-lance, menjelaskan bagaiman aplikasi end-user berevolusimelalui tahapan pertumbuhan dan menjadi lebih matang pada setiap tahapan tersebut. Mereka mendefinisikan kematangan dengan istilah connectivity – yaitu kemampuan aplikasi-aplikasi untuk saling berinterface melalui transfer data.
Isolasi, selama tahap isolasi, pemakai melihat tiap aplikasi sebagai entry yang terpisah. Pemakai menerima dukungan nyata yang sedikit dari sistem dan pemakai ini menggunakan sistem tersebut terutama untuk mendapatkan pengenalan dengan pemrosesan komputer.
Sound-Alone, pemakai mulai melihat hubungan logis antara sistem-sistemnya. Dalam usahanya untuk memadukan sistem tersebut, pemakai biasanya akan memasukkan kembalioutput dari satu sistem untuk meberikan input kepada sistem lain.
Integrasi Manual, para pemakai mulai menukarkan data diantara mereka dan dengan fasilitas komputerisasi sentral. Namun demikian, pertukaran ini dilakukan dengan mentransfer file dari satu program ke program yang lain biasanya dalam bentuk disket. Contohnya adalah penggunaan file dBASE sebagai input bagi spreadsheet 1-2-3. jika pelayanan informasi tidak menentukan standar untuk aktivitas ini, maka pemakai mebuat standarnya sendiri.
Integritas Otomatisasi, pemakai bisa menukar data dengan database sentral dengan menggunakan jaringan komunikasi . pertukaran ini dilakukan oleh DBMS yang mengelola database sentral. Agar dapat membuat dan mengunakan system ini, pemakai harus menyesuaikan standar yang telah ditentukan oleh pelayanan informasi.
Integrasi Terdistribusi, pada tingkat kematangan yang paling tinggi ini, aplikasi end-user berada pada tingkat organisasional, kelompok kerja, dan pemakai perorangan. Database terpisah didistribusikan ke seluruh perusahaan pada setiap tingkat, dan integrasi dilakukan oleh DBMS terdistribusi.
Professor Munro dan Huff, bersama dengan mahasiswa S2 dari University British Columbia, Gary Moore, mempelajari status end-user computing di 47 organisasi, dan mendapati bahwa tak ada perusahaan yang dijadikan obyek studi tersebut telah mencapai tahap kematangan integrasi terdistribusinya. Mungkin hal tersebut disebabkan adanya kebutuhan DBMS yang lebih canggih untuk mendukung database terdistribusinya. Namun demikian, muff, Munro, dan Martin, mendapatkan suatu kesimpulan bahwa, “walaupun dengan alat yang lebih baik, pasti akan ada hal (point) – yang belum diketahui – yang berada diatas jangkauan pemakai, yang tidak akan bias dijelajahi oleh pemakai.
FAKTOR YANG MENDORONG END-USER COMPUTING
Pada sebagian besar perusahaan, bagian pelayanan informasi terlalu banyak muatan kerja dan disitu terdapat antrean panjang pekerjaan yang menunggu pengimplemenstasiannya. Adanya timbunan pelayanan informasi ini merupakan sebab utama mengapa end-user computing menjadi popular, dimana pemakai menjadi tidak sabar dan memutuskan untuk melakukan pekerjaannya sendiri.
Faktor lain adalah murahnya dan mudahnya penggunaan hardware dan software. Pemakai dapat membeli PC dan beberapa software pengembangan aplikasi dengan hanya seribu dolar atau sekitarnya, seringkali tidak usah melalui channel yang resmi.
Pemahaman pemakaimengenai komputer dan informasi juga merupakan faktor menjadi populernya en-user omputing ini. Sekarang semakin banyak pemakai yang telah mempelajari keterampilan komputer di sekolah dan mereka mempunyaikeyaknan yang kuat terhadap kemampuannya ini. Mereka tidak ragu-ragu lagi untuk mengembangkan dan membuat aplikasinya sendiri.
Beberapa pemakai terdorong oleh prospek mengenai diperolehnya kemampuan untuk melakukan kontrol yag lebih cermat atas komputerisasi mereka. Pandangan ini diakibatkan oleh ketidakpercayaan mereka terhadap pelayanan informasi. Mungkin ada beberapa kasu-kasus kesalahan dan penembusan keamanan dalam pelayanan informasi.
Pemakai mungkin juga terdorong untuk mengurangi biaya pemrosesan. Situadi ini terjadi dalam perusahaan yang memindahkan pembiayaan pengembangan dan penggunaan sistemkepada departemen yang memakai sistem tersebut, dan biaya tersebut diangap terlalu tinggi.
Pengaruh atau dorongan eksekutif juga merupaka faktor. Phillip Ein-Dor dan Eli Segev, profesor pada Tel Aviv Univeristy, mangumpulkan data dari 21 perusahaan d wilayah Los Angeles dan mendapatkan bahwa persentasi end-user manajemen dan non-manajemen akan lebih tinggi jika CEO adalah pemakai.
KEUNTUNGAN DARI END-USER COMPUTING
End-user computing memberika kuntungan baik kepada perusahaan maupun pemakai. Pertama, perusahaan akan memperoleh keuntungan dengan memindahkan beberapa muatan kerja dari bagian pelayanan informasi kepada end-user. Hal ini memungkinkan bagian pelayaan informasi untuk mengembangkan sistem organisasional yang mungkin lebih menjadi muatan kerja yang menumpuk selama beberapa bulan atau tahun. Ia juga memungkinkannya lebih mempunyai waktu untuk memelihara sistem yang telah berada pada komputer.
Kedua, tidak dikutsertakannya spesialis informasi dalam proses pengembangan bisa mengatasi masalah yang telah menggangu pengimpleentasian sepanjang era komputer – yaitu komunikasi. Banyak pemakai yang tidak memahami jargon komputer yang diungkapkan spesialis informasi, dan banyak spesialis informasi yang tidak memahami tugas atau tanggung jawab pemakai. Karena para pemakai memahami kebutuhannya sendiri dengan lebh baik dari pada orang lain, maka ketika mereka mengembangkan sistem mereka sendiri, mereka mungkin akan lebih puas dengan hasilnya. Mereka juga mempunyai perasaan memiliki – “ini adalah sistem saya.”
Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat keterampilan penggunaan komputer yang lebih tinggi. Sedangkan keuntungan yang paling penting adalah dalam dukungan kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai.
Tabel 19.1risiko dan kontrol end-user computing
Life cycle phase Risiko Possible control
Analysis
Design
Implementation Incompatible end-user tools
Threats to data security and integrity
Overanalisysand insufficient search for the solution
Solving the wrong problem
Little or no documentation
Lack of oxtensive testing
Threats to data integrity
Taxing the mainframe computer resource
Threat to security
Failure to document and test modification Hardware/software standards
Policyfor end-user acces to coorporate database
Provide user training in problem solving and modeling
Involve analisys in the design process for review
Enforce documentation standard
Testing/validation “walk-through”
Auditor reviews
Coomon application library
User training in data integrity issues
Integrating EUC and DP planning
Control of EUC growth through budgets and charge-backs
Password
Physical acces control (restricted areas)
Standards for backups
Maintenance review by analyst
Periodic system review by user analysts
RISIKO DARI END-USER COMPUTING (1)
Perolehan keuntungan dari end-user computing pasti disertai dengan risiko-risiko. Maryam Alavi dari Universty of Maryland di College park dan Ira R. Weiss dari Universityt of Houston mengungkapkan berbagai risiko yang muncul selamasiklus hidup sistem. Tabel 19.1 menyebutkan bebrapa risiko yang telah didentifikasi. Paling tidak satu mekanisme kontrol dapat diimplementasikan untuk mengatasi risiko tersebut.
Salah satu kekhawatiran, bila pemakai diberi keleluasan untuk menerapkan apa yang menjadi pertimbangannya sendiri, adalah bahwa pemakai akan merancang hardware campuran yang tidak dapat diinterface dan menerapkan software yang tidak dapat digunakan secara bersama-sama. Inilah risiko analis yang pertama yang ada dalam tabel tersebut. Perusahaan dapat mencegah terjadinya hal ini dengan menetapkan standar untuk pemerolehan hardware dan software.
Munro, Huff, dan Moore menemukan bahwa perusahaan yang menjadi obyek studinya mengontrol pembelian mikrokomputer. 21 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut melakukan kontrol seketat mungkin dengan cara menetukan hanya satu peralatan dari suatu pabrikan yang bisa diterima. 19 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut menetapkan kontrol minimum dengan memberi keleluasan kepada pemakai untuk memilih peralatan (hardware dan software) dari daftar yag telah disediakan. Mayoritas dari perusahaan-perusahaan tersebut (60 persen) melakukan kebijaksanaan yang tidak berlebihan dengan juga menerima peralatan dari pabrik tertentu lainnya. Tak ada dari perusahaan-perusahaan tersebut yang mengijinkan pemakainya untuk mendapatkan peralatan secara bebas.
Risiko analisis yang kedua, yang terlihat pada tabel 19.1, berkenaan dengan pengontrolan keamanan dengan cara membatasi akses pemakai ke database sentral. Munro, Huff dan Moore juga menyangsikan perusahaan-perusahaan tersebut. Kaitannya dengan point ini, dan penemuan mereka. Tak ada perusahaan yang memberi kebebasan kepada pemakainya untuk mendapatkan akses yang tak terbatas dengan membaca dari dan menulis ke semua file. Hanya 4 persen dari perusahaan-perusahaan tersebut yang tidak mengijinkan sama sekali pemakai melakukan akses ke semua file. Sebagian besar perusahaan mengikuti kebijaksanaan yang moderat (tidak berlebih-lebihan) dengan memberika keleluasan pemakai untuk mengakses file tertentu, akses untuk mengkopy file, dan memberikan kemampuan read-only.
Dengan cara ini perusahaan menetapkan kebijaksanaan untuk mencapai tingkat kontrol bagi tiap risiko seperti yang dikehendakinya. Kolom sebelah kanan pada tabel 19.1 memberikan gambaran mengenai berbagai macam kontrol yang ada.
RISIKO DARI END-USER COMPUTING (2)
– Sistem yang dihasilkan tidak sesuai dengan tujuan;
– End-user mungkin akan menggunakan komputer untuk aplikasi yang seharusnya dilakukan dengan cara lain, misalnya secara manual.
– Sistem yang dihasilkan, rancangan dan dokumentasinya buruk;
– Kemampuan end-users tidak dapat menandingi profesionalisme spesialis informasi dalam hal merancang system. Selain itu end-users sering mengabaikan perlunya dokumentasi rancangan system agar dapat dipelihara.
– Penggunaan sumberdaya informasi tidak efisien;
– Bila tidak ada pengendalian terpusat akan mengakibatkan adanya perangkat keras dan perangkat lunak yang tidak kompatibel dan berlebihan.
– Data tidak terintegrasi;
– Bila kurang hati-hati dalam memasukkan data ke adalam database perusahaan maka memungkinkan akan terjadinya kehilangan data yang berkualitas. Sehingga outputnya akan terkontaminasi yang dapat menyebabkan manajer membuat keputusan yang keliru.
– Tidak adanya data security.
– End-users mungkin tidak melindungi data dan perangkat lunaknya, sehingga para criminal komputer dapat mengakses system dengan berbagai cara yang mengakibatkan membahayakan perusahaan.
– Tidak adanya pengendalian;
– Pengembangan system dilakukan untuk memenuhi kebutuhan mereka sendiri tanpa menyesuaikan pada rencana yang memastikan pada dukungan komputer bagi perusahaan.
Risiko-risiko tersebut dapat berkurang jika proses pengembangan systemnya dilakukan oleh unit jasa informasi, karena adanya pengendalian terpusat.
End-users computing merupakan suatu fenomena yang tidak akan hilang. Sebaliknya, pengaruhnya akan semakin meningkat. Karena manfaat potensialnya, perusahaan harus mengembangkan rencana strategis sumberdaya informasi yangmemungkin EUC untuk tumbuh dan berkembang. Mengenai risiko, jenis pengendalian yang sama dengan yang telah bekerja baik pada jasa informasi harus diterapkan pada area pemakai.
Sistem Informasi Manajemen End User Computing
# Lingkup End User
Banyak “cara untuk melakukan sesuatu” menghasilkan beberapa kekuatan melalui pengaruh manusia. Demikian, perkenalan dari dasar sistem informasi komputer dapat menghasilkan sejumlah kekhawatiran dan keseganan untuk berubah. Banyak alasan untuk situasi pekerjaan,. Apapun alasannya untuk mempertahankan pengguna, ini merupakan tanggung jawab manajer dan para ahli sistem informasi untuk menemukan cara dalam mengurangi permasalahan dan kekuatan yang timbul dari pengembangan dan penggunaan sistem informasi.
Pemecahan masalah dari memenuhi kebutuhan end user diartikan sebagai lingkup end user berdasarkan atas metode formal dari (1) pendidikan dan latihan, (2) partisipasi dalam pengembangan sistem, dan (3) komunikasi dan koordinasi antara end user dan staff sistem informasi.
1. Pendidikan dan latihan
Baik manajer maupun para pengguna harus memiliki pengetahuan dasar mengenai teknologi system informasi dan penggunaannya dalam operasi bisnis dan manajemen. Pengetahuan dasar ini dapat diperoleh melalui program latihan untuk peralatan hardware yang spesifik, software dan aplikasi end user.
2. Partisipasi End User
End User harus dapat menempatkan diri didalam tim proyek dengan mengembangkan system informasi organisasi. Partisipasi end user langsung pengaruh yang dapat meningkatkan kualitas pelayanan informasi dan mengurangi perbedaan potensial end user. Lingkup ini membantu dalam menjamin disain dari dasar system informasi computer berbasiskan kebutuhan end user. Sistem yang membingungkan dan tidak menyenangkan pengguna dapat dikatakan sebagai system yang tidak efektif, tidak peduli seberapa efisien data yang diproses.
3. Komunikasi dan Koordinasi
Beberapa metode dari komunikasi dan koordinasi antara end user dan ahli system informasi adalah kesuksesan kerjasama dalam organisasi. Sebagai contoh, beberapa perusahaan membuat hubungan pengguna atau “kerjasama dengan end user”. Para ahli system informasi dapat dijuluki sebagai pengguna konsultan, eksekutif akuntan, atau analis bisnis yang dapat menentukan kelompok kerja end user. Para ahli menyelenggarakan sebuah peran vital dalam permasalahan troubleshooting, informasi komunikasi, koordinasi melalui pendidikan dan membantu end user melalui pengembangan aplikasi. Aktifitas ini meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara kelompok end user dan departemen pelayanan informasi dan mencegah kebingungan yang dapat membuat frustasi end user. Tentu saja pembuatan pusat informasi meliputi hardware, software, dan pelayanan konsultasi untuk end user adalah alternative utama yang digunakan banyak perusahaan, juga banyak perusahaan melakukan sistem informasi desentralisasi melalui distribusi system sumber daya informasi dan spesialis untuk end user untuk unit bisnis dan grup kerja. Ini merupakan cara yang dramatis untuk memperbaiki komunikasi dan koordinasi antara end user dan para ahli informasi.
STRATEGI END-USER COMPUTING
Tugas perusahaan adalah untuk menetapkan kebijaksanaan end-user computing yang memberikan fleksibilitas kepada pemakai untuk melekukan inovasi dalam penggunaan komputer, namun juga harus menetapkan kontrol untuk memastikan bahwa penggunaan tersebut mendukung tujuan perusahaan.
Suatu strategi yang telah terkenal adalah penetapan atau pembangunan pusat informasi, ini merupakan pemecahan yang dapatdiimplemestasikan dengan cepat, namun hal ini harus diikuti oleh perubahan-perubahan yang mendasar dari sifat-sifat yang telah permanen. Sutu contoh perubahan yang mendasar ini adalahbahwa pelayanan informasi melepaskan tugas sebagai pemrosesan dan ia diberi tugas khusus untuk mengontrol jaringan. Pada bagian dibawah ini, kita akan membahas dua strategi tersebut.
– Selama tahun tahun terakhir ini ,banyak pemakai telah mengambil inisiatif untuk mengembangkan aplikasi mereka sendiri daripada bergantung sepenuhnya pada para specialist informasi. Pendekatan ini dinamakan end-user computing atau EUC.
– Para pemakai akhir dapat dikelompokkan menjadi 4 (empat) golongan berdasarkan tingkat kemampuan komputer mereka, yaitu :
o Pemakai akhir tingkat menu (menu level end-users);
o Pemakai akhir tingkat perintah (command level end-users);
o Personil pendukung fungsional (functional support personnel).
o Pemakai akhir tingkat programmer (end-user programmers);
– Menidentifikasi enam jenis end user computing, yaitu:
o End-User Non-Pemrograman
o User Tingkatan Perintah
o Progemmer End-User
o Personel Pendukung Fungsional
o Personel Pendukung Komputerisasi End-User
o Programmer DP
– Keuntungan dari End user Computing antara lain :
o Pertama, perusahaan akan memperoleh keuntungan dengan memindahkan beberapa muatan kerja dari bagian pelayanan informasi kepada end-user.
o Kedua, tidak dikutsertakannya spesialis informasi dalam proses pengembangan bisa mengatasi masalah yang telah menggangu pengimpleentasian sepanjang era komputer – yaitu komunikasi.
o Hasil akhir dari kedua keuntungan tersebut adalah bahwa akan tercapainya tingkat keterampilan penggunaan komputer yang lebih tinggi. Sedangkan keuntungan yang paling penting adalah dalam dukungan kebutuhan pemakai dalam memecahkan masalah dan sistem memberikan apa yang dibutuhkan oleh pemakai.
– Resiko dari End user Computing antara lain :
o Sistem yang dihasilkan tidak sesuai dengan tujuan;
o End-user mungkin akan menggunakan komputer untuk aplikasi yang seharusnya dilakukan dengan cara lain, misalnya secara manual.
o Sistem yang dihasilkan, rancangan dan dokumentasinya buruk;
 
PENGERTIAN PROTOTYPING
PROTOTYING
Adalah merupakan salah satu metode pengembangan perangat lunak yang banyak
digunakan. Dengan metode prototyping ini pengembang dan pelanggan dapat saling
berinteraksi selama proses pembuatan sistem.
Untuk mengatasi ketidakserasian antara pelanggan dan pengembang , maka harus
dibutuhakan kerjasama yanga baik diantara keduanya sehingga pengembang akan
mengetahui dengan benar apa yang diinginkan pelanggan dengan tidak mengesampingkan
segi-segi teknis dan pelanggan akan mengetahui proses-proses dalm menyelasaikan sistem
yang diinginkan. Dengan demikian akan menghasilkan sistem sesuai dengan jadwal waktu
penyelesaian yang telah ditentukan.
Kunci agar model prototype ini berhasil dengan baik adalah dengan mendefinisikan
aturan-aturan main pada saat awal, yaitu pelanggan dan pengembang harus setuju bahwa
prototype dibangun untuk mendefinisikan kebutuhan. Prototype akan dihilangkan sebagian
atau seluruhnya dan perangkat lunak aktual aktual direkayasa dengan kualitas dan
implementasi yang sudah ditentukan.

Tahapan-tahapan Prototyping
Tahapan-tahapan dalam Prototyping adalah sebagai berikut:
1. Pengumpulan kebutuhan
Pelanggan dan pengembang bersama-sama mendefinisikan format seluruh perangkat
lunak, mengidentifikasikan semua kebutuhan, dan garis besar sistem yang akan
dibuat.
2. Membangun prototyping
Membangun prototyping dengan membuat perancangan sementara yang berfokus
pada penyajian kepada pelanggan (misalnya dengan membuat input dan format
output).

PROTOTYPE,,
Sebuah Javascript Framework yang dibuat untuk lebih memudahkan proses dalam membangun aplikasi berbasis web.

Metode protyping sebagai suatu paradigma baru dalam pengembangan sistem informasi, tidak hanya sekedar suatu evolusi dari metode pengembangan sistem informasi yang sudah ada, tetapi sekaligus merupakan revolusi dalam pengembangan sistem informasi manajemen

Jenis Prototype :

Jenis I : Suatu Sistem yang akan menjadi sistem operasional

Jenis II : Suatu model yang dapat dibuang yang berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.

Karakteristik metode prototyping meliputi langkah-langkah :
1. Pemilahan fungsi
2. Penyusunan Sistem Informasi
3. Evaluasi
4. Penggunaan Selanjutnya

Jenis-jenis prototyping :
1. Feasibility prototyping
2. Requirement prototyping
3. Desain Prototyping
4. Implementation prototyping

Teknik-Teknik Prototyping :
1. Perancangan Model
2. Perancangan Dialog
3. Simulasi

RINGKASAN:
Dalam pendekatan ini prototipe dibangun dengan gagasan bahwa hal itu akan dibuang dan sistem final akan dibangun dari awal. Langkah-langkah dalam pendekatan ini adalah:

1. Menulis persyaratan pendahuluan
2. Desain prototipe
3. Pengguna pengalaman / menggunakan prototipe, menentukan syarat-syarat baru
4. Ulangi jika perlu
5. Tulis persyaratan akhir
6. Mengembangkan produk nyata

Evolutionary prototyping
Evolutionary Prototyping (juga dikenal sebagai prototipe papan tempat memotong roti) adalah sangat berbeda dari throwaway Prototyping. Tujuan utama ketika menggunakan Evolutionary Prototyping adalah untuk membangun prototipe yang sangat kuat dengan cara yang terstruktur dan terus-menerus memperbaikinya. “Alasan untuk ini adalah bahwa evolusi prototipe, ketika dibangun, bentuk jantung dari sistem baru, dan perbaikan dan persyaratan lebih lanjut akan dibangun.
Ketika mengembangkan sistem dengan menggunakan Evolutionary Prototyping, sistem ini terus-menerus disempurnakan dan dibangun kembali.

” evolusi prototipe mengakui bahwa kita tidak memahami semua persyaratan dan membangun hanya mereka yang dipahami dengan baik.” Teknik ini memungkinkan tim pengembangan untuk menambahkan fitur, atau membuat perubahan yang tidak dapat dipahami selama persyaratan dan tahap perancangan.
Untuk sistem yang akan berguna, itu harus berkembang melalui penggunaan dimaksudkan dalam lingkungan operasional. Sebuah produk tidak pernah “dilakukan;” itu selalu jatuh tempo sebagai perubahan lingkungan penggunaan? Kita sering mencoba untuk mendefinisikan sebuah sistem dengan menggunakan kita yang paling akrab — kerangka acuan di mana kita sekarang. Kita membuat asumsi tentang cara bisnis akan dilakukan dan berbasis teknologi bisnis yang akan dilaksanakan. Sebuah rencana dijalankan untuk mengembangkan kemampuan, dan, cepat atau lambat, sesuatu yang mirip dengan sistem membayangkan dikirimkan.
Prototip evolusi memiliki keuntungan lebih throwaway Prototip dalam bahwa mereka adalah sistem fungsional. Walaupun mereka mungkin tidak memiliki semua fitur yang pengguna telah direncanakan, mereka dapat digunakan pada basis sementara sampai sistem terakhir dikirim.

“Sudah lazim dalam lingkungan prototipe bagi pengguna untuk menempatkan prototipe awal untuk penggunaan praktis sambil menunggu versi yang lebih maju? Pengguna dapat memutuskan bahwa sebuah ‘cacat’ sistem yang lebih baik daripada tidak ada sistem sama sekali.”
Dalam Evolutionary Prototyping, pengembang dapat memfokuskan diri untuk mengembangkan bagian-bagian dari sistem yang mereka mengerti daripada bekerja pada pengembangan sistem secara keseluruhan.

Untuk meminimalkan risiko, pengembang tidak mengimplementasikan fitur kurang dipahami. Sistem parsial dikirim ke situs pelanggan. Sebagai pengguna bekerja dengan sistem, mereka mendeteksi kesempatan untuk fitur-fitur baru dan memberikan permintaan fitur ini untuk pengembang. Pengembang kemudian mengambil permintaan tambahan ini bersama-sama dengan mereka sendiri dan menggunakan konfigurasi suara-praktik manajemen untuk mengubah perangkat lunak-persyaratan spesifikasi, update desain, recode dan tes ulang.

 
Perangkat Keras
• Komputer kasus
• Catu daya Unit
• Processor
• Motherboard
• Main memory
• Hard disk
• Video card
• Unit Visual layar
• Keyboard
• Tikus
• Komponen lain
• Perangkat Lunak
• Sistem operasi
o Microsoft Windows
o Mac OS X
o AmigaOS
o Linux
• Aplikasi
Hardware dan software yang termasuk faktor Layanan Informasi Sistem di atas sana adalah evaluasi dari perangkat keras dan perangkat lunak
Faktor konversi perubahan sesuatu ke versi yang berbeda atau bentuk. Faktor adalah sesuatu yang membawa hasil atau menyebabkan, sementara konversi adalah tindakan mengubah “versi” dari suatu hal.
Analisis data adalah proses memeriksa, membersihkan, mengubah, dan data pemodelan dengan tujuan menyoroti informasi yang berguna, menunjukkan kesimpulan, dan mendukung pengambilan keputusan. Analisis data memiliki beberapa aspek dan pendekatan, meliputi teknik yang beragam di bawah berbagai nama, di bisnis yang berbeda, ilmu pengetahuan, dan domain ilmu sosial.
Data mining adalah teknik analisis data tertentu yang berfokus pada pemodelan dan penemuan pengetahuan untuk prediksi daripada tujuan murni deskriptif. Intelijen bisnis mencakup analisis data yang sangat bergantung pada agregasi, fokus pada informasi bisnis. Dalam aplikasi statistik, beberapa orang membagi data ke dalam analisis statistik deskriptif, analisis data eksplorasi (EDA), dan konfirmasi analisis data (CDA). EDA berfokus pada menemukan fitur baru dalam data dan CDA pada konfirmasi atau memalsukan hipotesis yang ada. Prediksi analisis berfokus pada penerapan model statistik atau struktural untuk peramalan prediksi atau klasifikasi, sementara analisis teks menerapkan teknik statistik, linguistik, dan struktural untuk mengekstrak dan mengklasifikasikan informasi dari sumber-sumber tekstual, spesies data terstruktur.Semua jenis analisis data.
Integrasi data adalah prekursor untuk analisis data, dan analisis data berhubungan erat dengan visualisasi data dan penyebaran data. Analisis data jangka kadang-kadang digunakan sebagai sinonim untuk pemodelan data.

Sebuah konversi langsung penerima (DCR), juga dikenal sebagai homodyne, synchrodyne, atau nol-JIKA penerima, adalah penerima radio desain yang mendemodulasi sinyal radio masuk menggunakan deteksi sinkron didorong oleh osilator lokal yang identik dengan frekuensi, atau sangat dekat dengan frekuensi pembawa signal.This yang dimaksud adalah berbeda dengan penerima superheterodyne standar dimana hal ini dilakukan hanya setelah konversi awal ke frekuensi menengah.
Penyederhanaan hanya melakukan konversi frekuensi tunggal mengurangi kompleksitas rangkaian dasar tetapi masalah lain muncul, misalnya, tentang rentang dinamis. Dalam bentuk aslinya itu tidak cocok untuk menerima sinyal AM dan FM tanpa menerapkan loop fasa terkunci rumit. Meskipun ini dan lainnya membuat tantangan teknis teknik ini lebih praktis sekitar waktu penemuan-nya (1930), teknologi saat ini dan radio perangkat lunak khususnya telah kembali penggunaannya di daerah-daerah tertentu termasuk beberapa produk konsumen.
Paralel konversi Proses mentransfer operasi dari satu sistem komputer ke komputer lain, di mana kedua sistem dijalankan bersama-sama untuk periode waktu tertentu untuk memastikan bahwa mereka menghasilkan hasil identik.
Percontohan Konversi – Sistem baru dipasang untuk beberapa pengguna, yang mengevaluasi dan membantu memutuskan cuaca itu cocok untuk sisa sistem untuk bergabung sesuai. Metode ini berguna untuk produk-produk baru, seperti yang menjamin fungsionalitas berada pada tingkat yang dapat melakukan dalam operasi nyata.
Bertahap konversi: Konversi sebenarnya dari bagian lama dari sistem ke bagian baru mungkin baik paralel atau langsung
Pemeliharaan sistem adalah istilah yang digunakan untuk menggambarkan catchall berbagai bentuk pemeliharaan komputer atau server yang diperlukan untuk menjaga sistem komputer berjalan dengan baik. Hal ini dapat menjelaskan pemeliharaan jaringan yang bisa berarti bahwa server sedang diperbaiki fisik, diganti, atau pindah.Pemeliharaan jaringan juga dapat berarti bahwa perangkat lunak untuk server sedang diperbarui, diubah, atau diperbaiki. Semacam ini biasanya dilakukan pemeliharaan pada jadwal reguler atau semi-reguler, sering selama jam non-puncak penggunaan, dan menjaga server berjalan lancar.
Resistensi pengguna adalah kejadian umum ketika sistem informasi yang baru diimplementasikan dan dapat berkontribusi pada kegagalan implementasi sistem
Manajemen perubahan adalah pendekatan terstruktur untuk pergeseran / transisi individu, tim, dan organisasi dari keadaan sekarang ke keadaan masa depan yang diinginkan. Ini adalah proses organisasi bertujuan membantu karyawan untuk menerima dan merangkul perubahan dalam lingkungan bisnis mereka saat ini. Dalam manajemen proyek, manajemen perubahan mengacu pada proses manajemen proyek di mana perubahan proyek secara resmi diperkenalkan dan disetujui
Konversi data adalah data yang mengadaptasi PADA Sebuah program yang dapat di operasikan agar karna Tidak Semua format data yang Sesuai DENGAN Sebuah program yang tertentu